Budiono Diundang Komisi I DPRD Lampung
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Budiono Diundang Komisi I DPRD Lampung

Kamis, 14 November 2019


INILAMPUNG.COM - Kasus dugaan jual beli kursi jabatan yang terjadi di lembaga penyelenggara pemilu, KPU, Sudah merebak sampai ketelinga legeslatif di Provinsi Lampung. Hal ini membuat Komisi I DPRD Provinsi Lampung memanggil Budiono (13/11/2019). 

Persoalan tersebut diduga melibatkan oknum anggota KPU Lampung dengan inisial ENF, peserta calon anggota KPU Pesawaran dengan inisial LP dan calon anggota Tulangbawang Barat dengan inisial VYP. Dugaan jual beli kursi tersebut mencapai ratusan juta rupiah.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Yozi Rizal mengatakan bahwa pihaknya mendukung dan mensuport agar kasus terebut bisa diusut secara tuntas dan seadil-adilnya. Pihaknya ingin KPU sebagai penyelenggara pemilu harus benar-benar berintegritas dan akuntabel

"Kita akan kawal kasus ini. Kami suport para pelapor dan saksi yang telah berani mengungkap kasus ini. Kita juga akan menyurati KPU RI dan Komisi II DPR RI untuk mengungkap masalah ini," katanya di Ruang Komisi I DPRD Provinsi Lampung.

Wakil rakyat tersebut meminta agar persoalan tersebut harus diusut tuntas oleh penegak hukum, karena telah mencoreng independensi, moralitas, dan integritas penyelenggara.

Kemudian ia mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan mengundang KPU Provinsi Lampung untuk mendengarkan dan melihat sikapnya dalam persoalan tersebut. Hal tersebut wajib dilakukan karena sebagai penyelenggaran harus mengembalikan marwahnya agar bisa dipercaya oleh masyarakat.

"Sepertinya sudah ada jaringan dan menggurita. Kita lihat guritanya sampai dimana. Kita ingin KPU bersih yang disii oleh orang yang berkualitas dan berintegritas. Sehingga prodak dari pemilu bisa kita percaya," kata Politisi Partai Demokrat ini.

Begitu juga disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas.

Pihaknya mendukung dan memberikan penghormatan bagi masyarakat yang berani dan mau melaporkan persoalan tersebut. Keberanian untuk mengungkap hal tersebut harus dikawal dan didukung.(zal)