Garuda Indonesia akan Layani Penerbangan ke Krui
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Garuda Indonesia akan Layani Penerbangan ke Krui

Senin, 11 November 2019


Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal mendatangi Kantor Garuda Indonesia di Jakarta. Foto. Ist.

INILAMPUNG.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Barat, Provinsi Lampung, terus berupaya memaksimalkan aktivitas penerbangan di Bandara Muhammad Taufik Kiemas. 

Bupati Pesisir Barat Agus Istiqlal pada Jumat, 8 November 2019, bersama beberapa kepala dinasnya dan anggota DPRD Pesisir Barat, mendatangani Kantor Managemen Center Garuda Indonesia di Jakarta.

Kedatangan rombongan Bupati Pesisir Barat itu bertujuan membahas tindaklanjut rencana maskapai plat merah itu beroperasi di Bandara Taufik Kiemas.

Menurut Kepala Dishub Pesisir Barat Henry Dunan --yang turut dalam kunjungan itu, Garuda Indonesia sebelumnya telah menjajaki untuk melayani penerbangan ke Krui.

Selain itu, Pemkab Pesisir Barat melobi Garuda karena perusahaan yang kini beroperasi di Bandar Taufik Kiemas, makapai Wing Air, tidak maksimal. "

"Maskapai yang masih beroperasi di MTK hanya Wings Air. Sayangnya aktivitas penerbangannya tidak maksimal, seringkali delay bahkan tidak jarang cancel," ujar Henry.

Kondisi seperti itu, menurut Henry, bisa berdampak buruk bagi Kabupaten Pesisir Barat yang kini sedang giat mengembangkan pariwisata. Padahal, umumnya turis terutama turis asing yang berkunjung ke Pesisir Barat menggunakan transportasi udara.

"Sejauh ini para turis umumnya menggunakan transportasi udara dari Bandarlampung ke Krui. Tentu, dengan tidak maksimalnya operasional Wings Air, membuat para turis kecewa dan mulai enggan untuk menggunakan jasa penerbangan," lanjutnya.

Konsekwensinya, pemkab secepatnya meminta Wings Air untuk menghentikan aktivitas penerbangannya. Alasannya, Wing Air dinilai dinilai tidak komitmen terhadap kesepakatan dengan Pemkab Pesibar. "Yang jelas Pemkab Pesibar kurang respect karena pelayanannya tidak  maksimal," tegas Henry.

Pemkab Pesisir Barat menggandeng Garuda Indonesia sebagai langkah antisipasi agar aktivitas penerbangan Bandara Taufik Kiemas terus  berlangsung dan tepat waktu, sehingga masyarakat terlayani maksimal.

"Upaya bupati tersebut tidak sia-sia. Garuda Indonesia memberikan respon positif dan untuk beroperasi di Bandara Taufik Kiemas pada 2020 mendatang," terangnya.

Bahkan, kata dia, Garuda Indonesia memberikan kewenangan penuh kepada pemkab untuk mengatur jadwal penerbangan rute Bandarlampung-Krui dan sebaliknya.

Menindaklanjuti hasil pertemua itu, kini Pemkab Pesisir Barat segera menyiapkan draf naskah kerja samanya atau Memorandum of Understanding (MoU) antara pemkab dan Garuda Indonesia.

Dari pertemuan itu diketahui, Garuda Indonesia akan menggunakan jenis ATR untuk beropeasi di Krui. Pesawat ini memiliki kapasitas 69 penumpang.

Sementara pemkab berharap, kerja sama itu bisa terealisasi maksimal dan bisa beroperasi setiap hari. Untuk ini, pada 2020, Bandara Taufik Kiemas akan mendapatkan dukungan dana dari Provinsi Lampung sebesar Rp5 milliar dan dari kabupaten Rp2 miliar, kata Henry. (ina).