Gertak Bamsoet dan Siasat Airlangga
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Gertak Bamsoet dan Siasat Airlangga

Kamis, 28 November 2019


Airlangga Hartarto dan Bambang Seoteyo, dalam acara HIPPMI di Jakarta, (6/9/2019) Foto; ANTARA; Aprillio Akbar
INILAMPUNGCOM -- Munas Golkar bakal panas. Perebutan kursi ketua umum, yang baru dibuka hari ini, Kamis (28/11/2019), masih didominasi dua calon; Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

Terbaru, Bambang Soesatryo alias Bamsoet  mengancam akan menggelar Munas 'tandingan' bila Ketua Umum petahana Airlangga Hartarto terus melanggar ketentuan yang tertuang dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Golkar.

Suara keras, lantang, dan berani keluar dari mulut Victus Murin, pria yang disebut loyalis Bamsoet.

"Pengurus DPP Partai Golkar yang berada di barisan pendukung Bamsoet siap melaksanakan atau mengggelar Munas yang sesuai dengan dan atau tidak bertentangan dengan AD/ART Partai Golkar," kata Victus Murin, dalam konferensi pers di Restoran Batik Kuring, Jakarta, Senin (25/11).

Jabatan Victus Murin saat ini adalah wakil Sekjen DPP Partai Golkar. Dia terang-terang menyebut ada indikasi "curang" dan cenderung licik dalam proses Munas Golkar 2019, dimulai dari saat pembentukan kepanitiaan.

Misalnya, ada beberapa nama yang dianggap tim Bamsoet, dicoret dari kepanitiaan. Jumlahnya hampir 90-an orang. Sebaliknya, tim panitia Munas justru memasukkan nama-nama dalam komposisi kepanitian yang bukan anggota Golkar.

Surat Keputusan DPP Nomor KEP-395/DPP/XI/2019 tentang Penyelenggaraan Musyawarah Nasional X Partai Golkar 2019 yang ditandatangani oleh Airlangga dan Sekretaris Jenderal Lodewijk Freidrich Paulus.

Nama-nama pengurus yang merupakan pendukung Bamsoet hilang dan tidak diundang mengikuti rapat panitia yang digelar 23 November 2019.

Loyalis Bamsoet yang lain, Roy Lewar mengaku tidak mengenal sekitar 300 lebih panitia pelaksana Munas Golkar 2019.

Ada nama Petrus Selestianus dalam daftar panitia. "Petrus sebelumnya tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) Partai Hanura di Pileg 2019," kata Roy.

MS Hidayat, Anggota Dewan Pembina Partai Golkar khawatir Golkar terancam perpecahan jika AD/ART dilanggar di Munas nanti.

“Perpecahan bisa terjadi jika dalam Munas 4 Desember nanti tidak ada pemungutan suara yang didahului tahapan penjaringan dan pencalonan," ujar Hidayat dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2019).

Hidayat mengatakan, Golkar rentan perpecahan jika Munas nanti ada upaya mengganti mekanisme pemungutan suara langsung dengan dukungan tertulis dari pemilik suara.

Sejauh ini, calon yang menyatakan akan maju menantang Airlangga Hartarto di Munas Golkar adalah Bambang Soesatyo, Indra Bambang Utoyo, dan Agun Gunandjar. Adapula nama-nama seperti Ridwan Hisjam yang disebut-sebut juga akan maju.

Loyalis Airlangga Bantah

Ancaman dan tudingan kubu Bamsoet dibantah Tim Airlangga. Salah satunya, Ace Hasan Syadzily, menyebut pernyataan yang Roy Lewar mengada-ada.

"Lebay (berlebihan). Masa 300 panitia yang bukan kader Golkar? Itu mengada-ada," kata Ace seperti dirilis CNNIndonesia.com, Kamis (28/11).

Namun, saat dikonfirmasi perihal nama Petrus, Ace tidak memberikan tanggapan.

Sekjen Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan bahwa terdapat dua calon ketum Partai Golkar periode 2019-2024 lain yang berpotensi bersaing dengan Bamsoet dan Airlangga yaitu Ridwan Hisjam dan Indra Bambang Utoyo. (ron/inilampung.com

#MunasGolkar