Lampung Siapkan 143 Atlet di PON 2020
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Lampung Siapkan 143 Atlet di PON 2020

Kamis, 28 November 2019

INILAMPUNGCOM - Untuk menghadapi laga di Pekan Olahraga Nasional September mendatang di Papua, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung siapkan 143 atlet daerah.

"Berdasarkan laporan yang diterima dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), tercatat 143 atlet sudah dinyatakan lolos PON dan saat ini sedang dalam pembinaan di masing-masing cabornya," kata Ketua Umum KONI Lampung, pada kegiatan training of trainer (ToT) di Lampung Selatan, Rabu (27/11/2019).

Pada PON 2020 Papua, Yusuf S Barusman mentargetkan masuk 10 besar klasemen akhir. Namun menurut dia, semua itu harus dilakukan terencana, sistematis dan terprogram. 

Maka semua pihak dan seluruh pengurus olahraga harus bersatu padu untuk menyongsong kejuaraan empat tahunan ini.

Untuk mempersiapkan itu, KONI Lampung menggelar training of trainer (ToT) talent scouting. Kegiatan ini menurut Rektor Universitas Bandarlampung merupakan bagian dari dua agenda besar yang terprogram setelah dilantik kepengurusan baru. 

Insinyur Sosial Ekonomi menjelaskan, diharapkan setelah selesai pelatihan mampu menjadi pelatih dan mencari bibit-bibit unggul sejumlah cabang olahraga.

"Kegiatan ini, memang program kerja KONI Lampung. Ada dua agenda besar sejak dilantik, yaitu PON 2020 Papua, ToT untuk pencarian bakat atlet yang digelar Binpres," kata Ketua Umum KONI Lampung itu menambahkan.

Yusuf menjelaskan, training of trainer (ToT) talent scouting sendiri, dilakukan merujuk dari cabang - cabang olahraga sebelumnya yang minim akan pembinaan atlet di level usia dini terlebih atlet berbakat.

Karena itu, pihaknya meminta dan mendukung agenda yang digelar Binpres. Dengan target mencari atlet berbakat usia dini, untuk dipersiapkan pada PON 2024 dan 2028.

"Tujuan utamanya adalah bukan hanya berbicara untuk Lampung, tapi nasional. Jadi, talent scouting ini harus dilakukan jika mau berprestasi di tingkat dunia. Harus dilakukan kita semu secara bersama - sama. Karena KONI adalah organisasi yang mewadahi atlet prestasi," tegasnya.

Yusuf melanjukan, ToT ini tidak semua dilakukan oleh semua provinsi dan di sini kita akan buat sejarah. Karena, tradisi prestasi di level dunia, merupakan buah pembinaan atlet dari usia dini.(*)