Ini 5 Alasan Reuni 212 Berdampak Positif
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Ini 5 Alasan Reuni 212 Berdampak Positif

Senin, 02 Desember 2019


INILAMPUNGCOM - Terlepas dari pro kontra reuni 212, yang tahun ini di gelar sejak tadi malam (1/11), Rektor Universitas Ibnu Chaldun menilai terdapat lima dampak positif yang ditimbulkan.


Dampak tersebut tidak hanya menjadi contoh kedamaian, ketertiban, dan rasa simpatik saat jutaan orang berkumpul dalam satu tempat.


Bagi Musni Umar, Dampak positif yang paling mudah terlihat adalah manfaat ekonomi yang sangat besar bagi DKI Jakarta dan Indoensia secara umum. Ia juga menegaskan akan menjadi bagian dari acara yang akan digelar pada hari ini, Senin (2/12).


“Saya dukung dan akan hadir karena banyak dampak positifnya terutama bagi ekonomi Jakarta dan Indonesia,” kata Musni Umar melalui laman resminya, Jumat (29/11).


Ia menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa reuni 212 bisa berdampak pada perekonomian daerah dan negara.


Pertama, masyarskat yang hadir dalam reuni 212 pasti membeli tiket angkutan udara (pesawat), angkutan darat (bus, kereta api) atau angkutan laut (kapal laut).


Kedua, akan berdampak pada pedagang kecil hingga besar di Jakarta. Peserta reuni 212 perlu makan saat tiba di Jakarta. Jutaan orang apalagi kalau sampai puluhan juta orang sangat besar belanja untuk makan.


“Dampak ekonominya besar dalam putaran ekonomi Indonesia,” tambahnya.


Ketiga, perlu hotel dan penginapan. Mereka yang dari luar kota memerlukan penginapan yang sangat banyak.


Tentu tempat istirahat yang dipilih adalah hotel atau penginapan.


Dia mengatakan, kondisi tersebut sangat berdampak besar bagi perekonomian. Ini karena hotel dari bintang 5 sampai penginapan biasa akan dipenuhi peserta.


“Hotel akan terisi penuh, yang tentu memberi dampak ekonomi tidak saja pemilik hotel, tetapi pemasok barang, pedagang perantara, industri yang memproduksi barang, tetapi juga petani buah, petani sayur, nelayan dan sebagainya,” kata dia menjelaskan.



Keempat, usaha mikro, kecil menengah dan koperasi yang bergerak di bidang kuliner akan meraup untung besar. Hal itu dikarenakan peserta reuni 212 pasti merasa lapar dan haus saat mengikuti acara. Tak sedikit pula yang ingin membeli souvenir 212.


Kelima, muncul gagasan mengembankan bisnis dari kehadiran jutaan orang di Monas. Baik pada saat reuni maupun sesudah acara digelar.


“Maka, reuni 212 memberi manfaat yang besar bagi dinamika ekonomi di Jakarta pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, sebaiknya reuni 212 dijadikan sebagai festival keagamaan, budaya, ilmu pengetahuan serta ekonomi,” kata sosiolog itu.(*)