Majalah Muslim Choice Beri Penghargaan Sejumlah Tokoh Nasional
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Majalah Muslim Choice Beri Penghargaan Sejumlah Tokoh Nasional

Reporter
Kamis, 12 Desember 2019


INILAMPUNGCOM -- Sejumlah tokoh nasional berkumpul dalam acara Muslim Choice Award di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (12/12) malam ini.

Muslim Choice adalah majalah muslim yang menjadi bagian dari grup RMOL Network. Acara tersebut digelar dalam rangka dua tahun berdiri Majalah Moeslim Choice, mengangkat tema "Umat Bersatu, Negara Maju".
           
Tuan rumah, Teguh Santoso---Pemimpin Umum RMOL Network, tampak sibuk menerima tamu undangan penting.

Dari kalangan politisi dan pejabat tinggi negara tampak hadir; Mantan Wapres Jusuf Kalla, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, wakil ketua MPR / Wakil Ketua Majelis Syuro DPP PKS Hidayat Nur Wahid, dan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid.
 
Tokoh lain, Direktur Utama Perum Bulog, Komjen (Purn) Budi Waseso, wakil Sekjen MUI, Tengku Zulkarnain, Dai Eksentrik, Gus Miftah dan puluhan tokoh lainnya.

Sejumlah kategori diberikan dalam Moeslim Choice Award kepada tokoh-tokoh berpengaruh nasional. Jusuf Kalla, untuk katagori  Lifetime Achievement Award.

Penghargaan diberikan Pimpinan Umum RMOL Network dan pendiri Moeslim Choice, Teguh Santosa, didampingi pendiri, Usman Rizal.

Kategori penghargaan Lifetime Achievement, diraih Hidayat Nur Wahid mendapatkan penghargaan Democracy Achievment.

Untuk kategori ulama dan juru dakwah diberikan kepada Miftah Maulana Habiburrahman atau karib disapa Gus Miftah dan KH Tengku Zulkarnain.

Penghargan lain, Government Award, diraih Bambang Soesatyo. Ada katagori,  Democracy Award, Humanity Award, Ulama Award, Institusi Ekonomi Syariah, Tour and Travel dan Inspiring Award.

Bamsoed: Mengalah Bukanlah Akhir
Saya hidup mengalir seperti air, karena saya yakin kita semua memiliki takdir masing-masing," ujar pria yang karib disapa Bamsoet ini.

Salah satu hal yang dia contohkan adalah ketika memutuskan mundur sebagai calon ketua umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Golkar beberapa waktu lalu.

"Sehingga kemarin ketika saya mengalah, mungkin ini bukan takdir saya (menjadi Ketua Umum Partai Golkar)," ungkapnya.

Bamsoet menyebutkan, mengalah bukanlah akhir. Tapi, keputusan itu dia ambil sebagai bentuk pengabdian kepada Partai Golkar. (RMOL)