PACAK BANCAK
Cari Berita

Breaking News

banner atas

PACAK BANCAK

Reporter
Jumat, 13 Desember 2019


Oleh
Cak Sul

MUKADIMAH
"Kepantasan" adalah output kebenaran. Karena kepantasan meniscayakan nilai-nilai estetika dan kemuliaan.

Kita mengenal dalam bahasa  Sumatera, kata pacak acapkali dipakai dalam komunikasi masyarakat pedesaan. Pacak berarti pantas, baik, ideal, proporsional dan presisi. 

Dalam KBBI kata pacak diartikan sebagai kegiatan yang terlatih sehingga dapat mahir dalam mengerjakan sesuatu hal. Dengan kata lain, setiap kita dapat mengerjakan sesuatu hal dengan mahir apabila terbiasa dan selalu dilatih. Baik dalam hal kebaikan maupun dalam banyak hal keburukan. 

Bancakan atau berkatan atau kenduri dalam tradisi Jawa pun hingga saat ini masih berlaku. Biasanya seusai menghadiri acara syukuran. 

Sedang dalam masyarakat Sunda, memiliki istilah lain. Bancakan adalah salah satu permainan anak tradisional Jawa Barat berjenis petak umpet atau dalam bahasa sunda disebut Ucing sumput.

Mengawinkan kata pacak dan bancak seyogyanya dapat meng-khasanahi keilmuan bahwa pacak bancak memang perlu diterapkan terus menerus dalam diri. Bahwa dalam melakukan kebaikan-kebaikan alangkah indahnya apabila kita senantiasa mengutamakan kepantasan, serta kebijaksanaan. 

Naluriah kita sebagai manusia ciptaan Allah, sepantasnya kita mengidamkan kebaikan, keindahan, kemuliaan, kepantasan dan banyak-banyak lagi unsur nilai kebaikan lainnya. Oleh karena itu, perlu meneguhkan  militansi diri dalam setiap lini kehidupan, demi mencapai Pacak Bancak dalam representasi kebaikan-kebaikan dan kemaslahatan bersama.

Di malam minggu kedua bulan Desember ini, Maiyah Ambengan menghamparkan ruang untuk bersinau bersama dengan siapapun tanpa terkecuali. Serta tidak luput selalu dalam kegembiraan kebersamaan. 

Maiyah Dusun Ambengan, 
Sabtu, 14 Desember 2019 di Rumah Hati Lampung, Dusun IV Margototo, Metro Kibang Lampung Timur