Pedagang Kecil Dapat Bantuan Dana Kemitraan
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pedagang Kecil Dapat Bantuan Dana Kemitraan

Reporter
Rabu, 18 Desember 2019

Pedagang kecil mitra PTPN VII Tebenan. Foto. Ist.

INILAMPUNG.COM - PT Perkebunan Nunsantara (PTPN) VII Unit Tebenan, Sumatera Selatan memberikan bantuan bantuan dana kemitraan kepada tiga pedagang kecil.

Ketiga mitra binaan PTPN VII, itu Jumatun (48), warga Desa Sukamulya, pedagang pakaian di Pasar Betung. Perempuan tangguh ini dipercaya memutar dana kemitraan senilai Rp10 juta.

Kemudian, Tri Handayani (30), pemilik warung makan yang ingin mengembangkan jasa katering di Desa Sukamulya, Betung dengan pinjaman modal Rp8 juta. Sedangkan, Sunarti (41), pedagang kerupuk di Pasar Betung mendapat pinjaman Rp5 juta.

Dana kemitraan itu diserahkan  M. Arifin Lubis, Manajer PTPN VII Unit Tebenan, Rabu (18/12/19), di sela sosialisasi Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sodakoh (Lazis) PTPN VII.

“Sebagai wujud syukur, kami berbagi dengan warga sekitar, walapun bentuknya dana pinjaman kemitraan. Dana ini harus dikembalikan, dicicil selama tiga tahun dengan bunga tiga persen per tahun,” kata Arifin.

Menurut Lubis, secara teknis kinerja perusahaan PTPN VII Unit Tebenan dalam beberapa bulan terakhir sedang pada titik nadir. Di kebun, serangan virus fisikokum yang menyebabkan gugur daun tiga kali setahun sehingga getahnya sangat minim. Ditambah lagi kemarau yang membuat produksi turun. Akibatnya, pabrik juga idle capacity atau kekurangan bahan baku.

Upaya perbaikan terus dilakukan untuk mengejak produksi seara maksimal. Tak kurang, upaya “langit” juga dilakukan untuk menghadirkan berkah dan kebaikan Tuhan atas kondisi yang kurang baik.

“Terus terang, kami sudah berusaha sekuat yang kami lakukan dan sebisa ilmu yang ada pada kami. Tetapi, apapun yang kita lakukan, terlebih kami bisnis di bidang agro, ketentuan terakhir ada pada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Jadi, kami berserah diri dengan berbagai kegiatan spiritual,” kata dia.

Program kemitraan dengan memberikan bantuan dana pinjaman kepada pedagang kecil adalah bagian dari upaya mengunduh kebaikan Tuhan.

Menurut Lubis, ada hak orang lain, terutama kaum duafa dalam setiap rezeki yang diterima manusia. Jika hak-hak orang lain tidak diberikan, usaha sekuat apapun tidak akan berkah.

“Kami mengubah paradigma yang berkembang, bahwa 99 persen keberhasilan tergantung kepada perencanaan dan pekerjaan yang dilakukan, dan satu persen ditentukan takdir. Ini kami balik menjadi 99 persen porsi Allahdan hanya satu persen dari usaha kita. Jadi, kami kerja keras untuk mendatangkan ridho Alloh kepada usaha kita,” kata dia.

Sosialisasi Zakat

Saat menerima tim Lazis PTPN VII, Lubis mengaku sangat gembira. Ia mengatakan, zakat adalah bagian dari upaya perusahaan untuk mendatangkan kebaikan bagi PTPN VII.

“Saya yakin, kita mendapati kesulitan selama ini karena kurang ikhlas dalam bekerja. Juga, mungkin masih banyak rezeki kita yang harus dibersihkan," kata Lubis yang menyambut positif sosialisasi zakat yang dilakukan perusahaannya dan Rumah Zakat.

Keyakinan Lubis bukan tanpa data. Meskipun bersifat asumtif, ia pria Batak kelahiran Palembang ini mengaku sudah membuktikan ketika memimpin Unit Tebenan.

“Saya tidak punya pengalaman di karet. Posisi kinerja saat saya masuk sangat buruk. Semua karyawan pesimis bisa mencapai target. Tetapi, dengan bismlllah, saya ajak semua karyawan untuk “berteriak” ke langit, minta kepada Alloh. Saya keliling pengajiana, yasinan, zikir, dan doa lain keliling bersama warga. Alhamdulillah, semua indikator sekarang sangat positif. Tidak ada yang bisa menjawab secara teknis mengapa grafinya bisa naik,” kata dia.

Apa yang dilakukan Lubis linier dengan kebijakan Direksi. Direktur Utama PTPN VII Muhammad Hanugroho terus mewanti-wanti kepada semua unit untuk mengintensifkan kegiatan relijius. Demikian juga dengan Direktur Komersil Achmad Sudarto yang terus menintensifkan penggalian zakat dari karyawan untuk kegiatan filantropi.

Wakil Ketua Bidang Sosialisasi Lazis PTPN VII Arif Syaifudin Zuhri pada sosialisasi bersama Rumah Zakat di Unit Tebenan dan Unit Betung Krawo juga mengapresiasi antusiasme karyawan menyambut inisiasi Lazis.

Ia yakin, kesadaran karyawan dengan ikhlas berzakat untuk membangun ekonomi warga sekitar akan menjadi pembuka pintu langit sehingga perusahaan jaya kembali.

“Kami dan kita semua harus yakin, bahwa dengan kita peduli, Tuhan akan lebih peduli dan menolong kita. Saya yakin, sambil bekerja keras, kita segera pulih,” kata pengurus Lazis yang juga Kasubbag Humas, Protokol, dan Biro Direksi PTPN VII itu. (rls/inilampung.com)