Puluhan Kucing Tak Bernyawa. Siapa yang Menyiksa
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Puluhan Kucing Tak Bernyawa. Siapa yang Menyiksa

Rabu, 04 Desember 2019

Ilustrasi:

INILAMPUNGCOM --- Miris dan mengharukan !! Puluhan kucing ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tak utuh bagian tubuhnya di Lampung, Minggu (1/12).

Sebagian dalam kondisi leher terputus. Kondisi kucing-kucing tersebut diduga terjadi karena dianiaya seorang warga.

Kabar penganiayaan terhadap hewan tersebut pertama kali dinggah oleh pelaku yang terindikasi mengalami gangguan jiwa. Pelaku, warga asal Lempasing, Bandar Lampung tersebut mengunggah aksinya ke salah satu grup WhatsApp pencinta kucing.

"Di-share ke grup (aksinya)," kata Koordinator Lapangan Cat Rescue Lampung Deny Indra Wijaya, Senin (2/12).

Pihak Koordinator Cat Rescue Lampung, seperti disampaikan beberapa media, belum mengambil tindakan hukum meski perbuatan pelaku memenuhi unsur kekerasan terhadap hewan yang diatur dalam Pasal 302 KUHP.

Hal itu dilakukan karena pelaku terindikasi sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

"Saya upayakan mediasi dengan perangkat desa dan untuk mempertemukan dengan pihak keluarga," jelas dia.

Sesuai aturan Pasal 302 KUHP, pada ayat 1 pasal tersebut menyatakan pelaku penganiayaan ringan terhadap hewan dapat diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Untuk pelaku penganiayaan berat dapat diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah.

Denny menjelaskan, jika nantinya mediasi tersebut selesai, pihaknya berencana membawa pelaku ke Rumah Sakit Jiwa untuk dilakukan tes kejiwaan.

Dari Video
Sebelumnya, beredar video viral terkait pembunuhan kucing secara massal di daerah Batu Menyan Baru, Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran menuai berbagai tanggapan.

Laman berita "kumparan.com" --menulis hasil penelusuran --- mewawancarai Lia (43) yang merupakan kakak kandung dari terduga pembunuhan kucing yakni Jaelani (31).

Menurut keterangan Lia, dirinya tak mengetahui secara pasti jika adiknya membunuh belasan hingga puluhan kucing dengan cara yang sadis.

"Saya gak pernah lihat kalau adik saya bunuh kucing, memang saya pernah lihat kalau celananya ada darah aja," katanya. (*dbs/inilampung)