Timbang Pandang Buku Puisi Arya Warsaba
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Timbang Pandang Buku Puisi Arya Warsaba

bdy
Senin, 30 Desember 2019


Timbang Pandang 

INILAMPUNG.COM - Program timbang pandang kali ini akan membincangkan perihal “Sains, Seni, dan Upaya Kreasi Lintas Bidang”, berangkat dari buku kumpulan puisi karya dr. Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa bertajuk “Autobiografi Kejahatan”, diterbitkan Bali Mangsi Foundation (2019). 

Selain seorang dokter, Sthiraprana Duarsa dikenal tekun menulis puisi, serta aktif berkesenian sedari remaja. 

Selama ini sains dan seni kerap dipandang sebagai dua kutub yang berlawanan. Namun, boleh dikata proses kreatif serta pengalaman yang diselami oleh dr. Sthiraprana Duarsa justru membuktikan bahwa antara sains dan seni, khususnya sastra, dapat berjalan beriringan dan saling menopang.  

Bahkan jauh sebelum itu, sejumlah fenomena sejarah juga menunjukkan adanya keterhubungan dan interseksi antara sains dan seni. Era Renaisans bukan hanya menandai masa perkembangan peradaban Yunani, melainkan juga revolusi sains dan seni. Copernicus dan Galileo memulai revolusi sains yang berpuncak pada karya Leonardo da Vinci, Michelangelo, dan Rembrandt. Atau revolusi sains akibat teori relativitas Einstein membuka cakrawala baru berpikir dari yang konsep absolut ke konsep relatif. 

Sebagai narasumber timbang pandang yakni Hartanto Yudho Prastyo (pengamat dan pegiat seni budaya), dr. I Nyoman Sutarsa, MPH, FHEA (dokter, akademisi, pengamat sastra) dan Warih Wisatsana (penyair, kurator). Ketiganya bukan hanya akan berbagi perihal bagaimana sains dan seni bertemu serta melahirkan ragam kreasi yang bersifat lintas bidang, namun juga fenomena bentuk-bentuk kesenian masa kini yang lintas batas serta memerlukan sebuah upaya kolaborasi yang selaras jiwa zaman. 

Melalui alihkreasi dan kolaborasi semacam itu, dengan sendirinya akan memungkinkan perluasan apresiasi dan sosialisasi sastra menyentuh publik aneka latar. Ini sekaligus juga menjadi bagian dari pencarian dan penemuan seniman-seniman mutakhir. (rls/ww)