Ultah Fajar Sumatra, Isbedy baca Puisi "Ini Negeri Atas Nama Apa"
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Ultah Fajar Sumatra, Isbedy baca Puisi "Ini Negeri Atas Nama Apa"

Reporter
Selasa, 10 Desember 2019

INILAMPUNG.COM -- Koran Harian Fajar Sumatra dan Fajar Surya TV merayakan hari ulang tahunnya, di Central Stage Hotel Novotel, Selasa (10/12) malam.  Fajar Sumatera berusia 7 Tahun, sedang Fajar Surya TV baru masuk di usai 1 tahun.

Acara pun tampak meriah dengan tampilnya si penyair berjuluk Paus Sastra Lampung, Isbedy Stiawan ZS,

Pemilik Lamban Sastra itu, tampil dengan puisi "Ini Negeri Atas Nama Apa"  yang bercerita tentang HAM ( hak asasi manusia.

Berikut ini puisi Isbedy:

Ini Tanah Air Atas Nama Apa

apa yang bisa kukatakan padamu
pabila untuk merangkai huruf
jadi kata, kususun tiap kata 
sebagai ucapan, lalu waswas
karena begitu cepat kau ringkus aku
dengan rantai atas nama 
gaduh di keramaian?

ini tanah air atas nama apa 
dan punya siapa? katakata dijaga 
dan diawasi dari penyusupan yang tak 
sesuai kehendak 
kekuasaan 

katakata dirawat supaya tetap cantik
diberi pupur, pewarna bibir, juga parfum
jika jadi anak liar, perempuan jalan,
atau berubah pencacah, secepatnya
kau buru hingga ke lubang semut

katakata diseragamkan
sebab khawatir mengancam
bagi kekuasaan

tiap dinding seolah dipasang 
perekam dan alarm agar tiap ucapan
segera tercatat lalu diburu
bahkan hingga ke lubang
sebesar peluru

dari orde baru sampai rezim terbaru
setiap katakata disetir negara
tanah air jadi banjir purapura
setiap orang menyiapkan
ucapan yang menyenangkan

lalu ini tanah air atas nama apa?
kemerdekaan berkatakata
masih sebagai pewarna bibir
pernyataan dan kebebasan
berujar tak semerdeka negeri
yang sudah bebas ini

kritik jadi begitu tumpul
selayaknya pisau karat tak
pernah diasah

katakata bukan lagi sebagai
masukan
tapi bagaimana penguasa
terpuaskan

orangorang digiring ke depan pintu bui
karena dianggap salah ucapan
dan khilaf menempatkan
pujian jadi kritikan

lalu di mana hak asasi manusia
sebagai anak negeri yang merdeka?

Lampung, 3 Desember 2019


(Zal/inilampung)