Dialog Kebhinekaan di Haul Gus Dur
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Dialog Kebhinekaan di Haul Gus Dur

rizal ns
Minggu, 05 Januari 2020

INILAMPUNG.COM - Kelompok Studi Kader (KLASIKA) bersama Lampung Bermazmur menggelar dialog kebhinekaan, dalam rangka memperingati haul Gus Dur ke-10, Sabtu (4/1/2020).

Kegiatan itu mengusung tema 'Merawat Kebhinekaan Melalui Dialog', menghadirkan tiga pembicara dari berbagai kalangan. Mereka adalah Pendeta Reva Natigor, Founder KLASIKA Chepry Chaeruman Hitabarat, dan Psikolog Maria Novitawati.

Jalannya Dialog
Pendeta Reva menjelaskan, agama merupakan hasil perjalanan spiritual pribadi seseorang. Maka, terkait keyakinan setiap seseorang untuk memilih agama.

Ia juga menambahkan, dalam perdebatan agama setiap orang mesti mengedepankan dialog. "Perbedaan jangan diperdebatkan, tapi mesti berdialog dan dihormati secara ilahiyah," kata dia.

"Saya bahagia Indonesia sempat memiliki Gus Dur, ia adalah orang yang merintis dialog dengan mengunjungi rumah-rumah ibadah setiap agama," ucap Pendeka GKI itu.

Chepry juga menjelaskan, dalam dialog terdapat prinsip kehadiran. Harus terjadi komunikasi antar wajah untuk melakukan dialog. Hal itu menurutnya bertolak belakang dengan fenomena media sosial sekarang. 

"Hal itu tidak terjadi di dunia maya, hal ini yang menyebabkan intoleransi cepat menyebar, karena tidak ada dialog," katanya.

Kemudian, Psikolog Maria menyampaikan, kesalahan pola asuh juga menjadi penyebab hilangnya dialog di masyarakat. Menurutnya tidak ada dialog dalam budaya asuh masyarakat Indonesia.

"Bahkan hingga di sekolah tidak terjadi dialog, masalah sendimental ini yang membuat hilangnya dialog di masyarakat," jelasnya.

Kegiatan itu juga diisi dengan penampilan seni tari, pembacaan puisi, hingga musik. Kegiatan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama, aktivis pemuda dan mahasiswa, serta berbagai komunitas.(zal/inilampung)