DPRD Tanggamus Tinjau Korban Banjir Semaka
Cari Berita

Breaking News

banner atas

DPRD Tanggamus Tinjau Korban Banjir Semaka

Reporter
Sabtu, 11 Januari 2020

Jhoni Wahyudi, anggota Fraksi Nasdem DPRD Tanggamus (Dona/inilampung.com)
INILAMPUNGCOM -- DPRD Tanggamus turun lapangan melihat korban banjir bandang, di kecamatan Semaka, Sabtu (11/1/).

Selain membantu warga yang terkena musibah, wakil rakyat ingin memastikan apakah pemerintah sudah hadir saat rakyat sedang dilanda bencana.

“Kami sudah sampai beberapa titik desa. Sedayu, Waykerap, Pekon Bangunrejo, dan beberapa desa lainya." kata Jhoni Wahyudi, anggota Faksi Nasdem DPRD Tanggamus, Sabtu (11/1).

Tim Komisi B, DPRD meninjau lokasi rumah-rumah dan sarana akibat banjir dan menyerahkan bantuan kepada warga, sejak Jumat siang hingga Sabtu (11/1/2020) dini hari.

Selain Jhoni Wahyudi, beberapa anggota ikut dalam rombongan: Hilman, Apriansah, Ifah, Eddy, dan Zulkifli Nursalim.

Kondisi jalan rusak, anggota DPRD Tanggamus terpaksa menggunakan motor (Dona/inilampung.com)
Kondisinya masih memprihatinkan. Jhoni menjelaskan, transportasi sempat lumpuh total dari Sedayu menuju ke Way Kerap air di Pekon Bangunrejo, Sukaraja.

Luapan air deras hingga sejumlah masjid terendam hingga tak bisa dipakai sholat.

Jhoni datang bersama tim DPRD. Diantaranya, Hilman, Apriansah, Ifah, Eddy, dan Zulkifli Nursalim.

Warga membersihkan lumpur yang masuk ke masjid (don/inilampung.com)

Masih Terendam Air
Puluhan rumah dan sarana tempat ibadah (masjid) masih terendam air, akibat hujan deras yang mengguyur sejumah kecamatan di wilayah Kabupaten Tanggamus sepekan terakhir.

Setidaknya 7 Pekon (desa) di Kecamatan Semaka terendam air. Masing-masing desa Sedayu, Way Kerap, Sukaraja, Bangunrejo, Kacapura, Bandingagung, dan Pardawaras.

Ada 300-an rumah penduduk tak bisa ditempati, bahkan sebagian ambruk. Rombongan DPRD, tiba sejak Jumat siang dan hingga Sabtu dini hari.

Di Way Kerap, Sedayu, dan Semaka--banyak rumah roboh, aspal jalanan terkelupas, dan tak sedikit warga yang kehilangan tempat tinggal.

Kondisinya masih memprihatinkan. Menurut Jhoni Wahyudi, transportasi sempat lumpuh total dari Sedayu menuju ke Way Kerap air di Pekon Bangunrejo, Sukaraja.

Luapan air deras hingga sejumlah masjid terendam hingga tak bisa dipakai sholat. (zal/inilampung.com/*)