Festival Puisi Internasional, Sejarah Besar di Lampung
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Festival Puisi Internasional, Sejarah Besar di Lampung

bdy
Senin, 27 Januari 2020

Sutardji Calzoum Bachri, presiden penyair Indonesia saat baca puisi.


INILAMPUNG.COM - Helat sastra pertama sekala internasional selesai, Minggu (26/1) petang. Pesta penyair mancanegara ini dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekraf, Endarwan, mewakili Gubernur Lampung, 24 Januari 2020.

Berikut ini komentar para peserta:

Djuhardi Basri, memberi salam buat sobat baikku Isbedy Stiawan ZS dan kawan-kawan,

Pertama aku ucapkan selamat atas kerja kerasmu dan kawan-kawan di Lamban Sastra, yang telah berhasil membuat (memulai) sejarah besar dalam dunia Sastra di Lampung dengan membuat acara yang berskala Internasional. Mudah-mudahan kita (sastrawan) Lampung berharap gebrakan yang kau lakukan dengan kawan-kawan menggugah Pemerintah Provinsi Lampung, untuk menganggap peristiwa sangat penting, sehingga mengagendakan peristiwa budaya berskala internasional ini menjadi sebuah peristiwa budaya yang berulang (berkesinambungan).

Ke dua, aku mohon maaf aku kemarin pulang ke Kotabumi dan tidak bisa mengikuti penutupan acara serta malam ramah-tamah di rumah ketua dewan. 

"Jayalah sastra jayalah bumi Lampung.Tabik," kata dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi itu.

Sementara Ahmad Yulden Erwin menyampaikan pujian yang sama. Dia merasa beruntung bahwa di tangan Isbedy Stiawan bersama Lamban Sastra akhirnya mampu menggelar event besar seperti ini. Ini era Isbedy, kata Erwin. 

Hal sama juga diungkapkan Shaji Haneef dari India. Ia datang memenuhi event sastra internasional di Tegal Mas Island, karena meyakini International Poetry Festival menarik dan mendapat ilmu yang banyak.

"Terutama cara pembacaan puisi dari pare penyair, lebih hidup, dinamis, dan unik. Ini tak kami dapati di India ataupun Dubai," ujar Shaji. (zal/bdy/inilampung.com)