Warih: Puisi Pengalaman Berbahasa dan Sehari-hari
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Warih: Puisi Pengalaman Berbahasa dan Sehari-hari

bdy
Minggu, 26 Januari 2020

INILAMPUNG.COM - Wirah Wisatsana mengatakan, puisi tercipta dari pengalaman berbahasa dan pengalaman sehari-sehari.

Penyair asal Bali itu mengatakan pada jumpa penyair dengan pelajar dan mahasiswa pada Tegal Mas Island International Poetry Festival 2020, Minggu (26/1/2020).

Menurut Warih Wisatsana, sebelum menulis puisi maka harus dimulai banyak membaca dan berlajar menulis. 

Ia memberi contoh penari, bagaimana penari mencipta gerak. "Begitu pula penyair ia akan mencipta sesuatu dari pengalaman berbahasa tersebut," kata Warih.

Sementara Ahmad Yulden Erwin dari Lampung menyebut bahwa puisi adalah misterius. Karena itu, kita harus serius menggeluti dan membongkar kemisteriusan itu," tandas Erwin.

Dua penyair lain yang hadir di hadapan pelajar dan mahasiswa adalah Sutardji Calzoum Bachri dan Shamsudin Othman (Malaysia).

Presiden Penyair Sutardji Calzoum Bachri dimulai dengan membaca puisi "Tanah Airmata" dengan diiringi harmonika.

Puisi, kata Sutardji, adalah kenikmatan dari Tuhan. Dari mana kenikmatan itu dari panggilan. (zal/bdy/inilampung)