Defisit Listrik 600 MW, Arinal Sangkal Klaim GM PLN Lampung
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Defisit Listrik 600 MW, Arinal Sangkal Klaim GM PLN Lampung

Reporter
Selasa, 04 Februari 2020

INILAMPUNG.COM - Provinsi Lampung masih sangat bergantung dengan pasokan daya listrik dari Sumatera Selatan. Defisit daya listrik masih terjadi di wilayah Provinsi Lampung mencapai 600 Megawatt (MW). 

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dibangun tambahan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) agar kebutuhan daya listrik tercukupi dan semua desa berlistrik.
“Saat ini kita masih defisit daya mencapai 600 MW. Saya sudah bicarakan sama Menteri ESDM, agar perlu solusi untuk mengatasinya di antaranya perlu ada tambah pembangkit tenaga uap,” kata Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada keterangan persnya di Bandar Lampung, Senin (3/2/2020).
Arinal telah bertemu dengan Menteri ESDM Erick Tohir untuk membicarakan masalah defisit yang masih terjadi di Lampung. Menurut Arinal, Provinsi Lampung masih bergantung pasokan daya listrik dari Sumsel melalui jaringan transinterkoneksi Sumbagsel.
Setelah bertemu dengan Kementrian ESDM, ia mengatakan hal tersebut juga telah dibicarakan kepada PT Bukit Asam. Selama ini, pasokan batubara yang dikirim ke Suralaya, Jawa Barat melalui wilayah Lampung.
“Batu bara yang diangkut PT Bukit Asam melintasi wilayah Lampung. Sudah sepantasnya batu bara tersebut dapat mencukupi kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap,” kata Arinal.
Mengenai klaim General Manager PT PLN Distribusi Lampung bahwa daya listrik di Lampung surplus, Arinal membantahnya. Menurutnya, bila terjadi surplus tidak mungkin selalu terjadi mati lampu, masyarakat dapat merasakan masih sering terjadi mati lampu yang tidak menentu.
Pemprov menjanjikan semua desa akan teraliri listrik 100 persen pada 2020. Saat ini masih tersisa 60 desa yang belum berlistrik atau rasio kelistrikannya 98,56 persen. 

Terakhir, 40 desa sudah berlistrik termasuk di Dusun Kalangan dan Pulau Pahawang Induk.
Kebutuhan daya listrik di Lampung sangat dibutuhkan pada sektor ekonomi mikro dan pariwisata. Kegiatan ekonomi produksi sangat terganggu dengan seringnya mati lampu. 

Termasuk sektor pariwisata di Lampung. Untuk itu, Arinal berharap semua pihak mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di Lampung.
“Salah satunya yang terpenting membangun energi PLTU dalam setahun ke depan, setelah itu bio energi. Semua itu agar Lampung terang berjaya,” jelas ketua Golkar Lampung.(zal/rls/inilampung)