Mereka yang Berburu Rekomendasi Demokrat
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Mereka yang Berburu Rekomendasi Demokrat

Reporter
Minggu, 02 Februari 2020

Yusuf Kohar, ENa Dwiana dan Rycko Menoza
SIAPA calon kepala daerah yang direkomendasi Partai Demokrat masih misteri. Para calon boleh mengklaim dirinya paling berpeluang dan berhak didukung, bahkan paling siap mahar politik.

Tapi keputusan akhir ada ditangan segelintir elit partai. Yakni, tim penjaringan dan ketua umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

Di kantor Partai Demokrat Lampung, di Jl. Emir Muh Noor, Sumurputri, Telukbetung Utara, Bandarlampung ---  hari-hari menjelang Pilkada 2020-- mulai ramai dikunjungi kader dan simpatisan partai. Beberapa kursi, spanduk yang selama ini kusam, sejak "kalah perang" pemilihan gubernur 2017 lalu, kini mulai ditata dan dirapikan lagi.

Kesibukan mulai terasa Sabtu-Minggu, (1-2/1/2020). Sejumlah kader lengkap dengan atribut partai mulai disiagakan sejak pagi, karena siang itu ada kabar bakal hadir calon bupati/wakil bupati.

Tim penjaringan sepertinya bergerak. Mereka menyeleksi berkas para calon telah masuk dari DPD Partai Demokrat kabupaten/kota--untuk diproses sesuai mekanisme Partai Demokrat.

Para "pemburu rekomendasi" atau surat mandat maju Pilkada lewat Demokrat hari-hari ini, menjadi sesuatu yang ditunggu banyak orang. Tidak saja calon dan pendukungnya, tapi juga masyarakat luas.

Direktur Eksekutif Partai Demokrat Toni Mahasan menyatakan, 45 orang kini sedang berharap dapat rekomendasi partainya. "Semuanya antusias mendaftarkan di masing-masing DPD Partai Demokrat kabupaten/Kota,' kata Toni, Minggu.

Hingga sore, pendaftaran ditutup. Sudah terkumpul 45 nama tokoh, rincianya 27 orang posisi calon walikota/bupati, 18 sisanya untuk kusi wakil bupati (lihat daftar bawah)

Dari calon walikota Bandar Lampung muncul Eva Dwiana, Yusuf Kohar, dan Rycko Menoza. Sosok Eva, istri Walihota Herman HN masih membaca peluang Demokrat. Padahal, diatas kertas kader PDIP itu, sudah hampir pasti bakal mulus mengantongi rekomendasi.

Rycko Menoza dan Herman HN (suami Eva Dwiana) dalam sebuah acara Lampung Sai (dok.lampungnews)
Suara Eva Dwiana saat maju pemilihan legislatif 2018, menjadi tolok ukur bahwa PDIP tidak akan melepas Eva. Jaringan emak-emak, lewat gerakan ibu pengajian Rahmat Hidayat, binaan Eva Dwiana sudah teruji mampu mendulang suara signifikan saat Pilkada dan Pileg 2019.

Berdasarkan hasil rekapitulasi KPU Provinsi Lampung, wanita berhijab yang lebih sering disapa Bunda Eva, itu meraih 86.258 suara atau lebih dari separuh suara PDIP di Dapil Lampung I (146.294 suara). Perolehan suara ini sekaligus menempatkan Bunda Eva sebagai caleg dengan perolehan suara tertinggi di DPRD Lampung.

Yusuf Kohar pun demikian. Meski dia kader Partai Demokrat, belum bisa yakin seratus persen bahwa surat rekomendasi DPP Partai Demokrat, bakal jatuh ditangannya.

Buktinya Yusuf Kohar masih mendaftar ke PDIP, Golkar, PKS,  beberapa partai lain. Pencalonan Yusuf Kohar sebagai walikota Bandar Lampung menjadi peta kekuatan sendiri. Selain pendiri Demokrat Lampung, Yusuf punya jaringan kalangan pebisnis, ketua APINDO.

Yusuf Kohar juga dianggap sebagian publik, mengetahui titik lemah pemerintahan yang kini sedang berjalan karena dia pasangan Herman HN. Dia (Yusuf Kohar) adalah calon incumbent.

Demokrat sudah tentu punya mekanisme, dan pertimbangan strategis kepada siapa yang dianggap pantas. Ukuranya adalah menang dalam Pilkada, bukan calon sekedar ikut-ikutan.

Pendaftar calon walikota Bandarlampung berikutnya adalah Rycko Menoza. Dia putra mahkota dari Sjachroedin ZP, mantan gubernur Lampung periode. Kini, Dubes RI untuk Kroasia.

Trackrecord  Rycko jelas, pernah jadi bupati Lampung Selatan, dan memimpin banyak Ormas; KNPI, Pemuda Pancasila, Lampung Sai, dan kini salah satu sosok yang dekat sekali dengan ketua DPD Golkar Arinal Djunaidi.

Nama Rycko pun sempat ramai telah mengantongi dukungan dari DPP PDIP. Tetapi, lagi-lagi, meski sudah optimis dengan partai lain---masih saja Rycko --- berharap dapat dukungan dari Partai Demokrat.

Terjaring 45 Calon
Sampai hari Sabtu petang, (1/2) pukul 16.00 WIB, sudah tercatat ada 45 bakal calon kepala dan wakil kepala daerah. Perincinya: 27 balon kada dan 18 balon wakada. ((IL-02/inilampung.com)

 Berikut nama-nama mereka yang sedang berburu rekomendasi Demokrat:

CALON WALIKOTA BANDAR LAMPUNG
Rycko Menoza
Eva Dwiana
Yusuf Kohar


LAMPUNG SELATAN
Sutomo Hendra AP,
 Ishak,
Irfan Nuranda Djafar,
Herry Putra,
Hipni,
A. Ben Bella,
Tony Eka Chandra,
K. Agus Revolusi.

WAKIL BUPATI LAMSEL
M. Amin Syamsudin.

CALON BUPATI PESAWARAN
Dendi Ramadhona
Suriansyah Rhalieb.

CALON WAKIL BUPATI PESWARAN
Yusak,
Mussanif Yasser Syamsurya,,
Paisaludin,
Muhamad Zamzami,
Mustika Bahrun,
Bumairo,
Rudi Irawan,
Subhan Wijaya,
Rifazi Chanras paras.


CALON WALIKOTA METRO
Djohan

CALON WAKIL WALIKOTA METRO
Alizar
Kusbani.

CALON BUPATI PESISIR BARAT
Erlina,
Aria Lukita Budiwan,
M. Nur
Elti Yunani.

CALON BUPATI WAYKANAN
Jupriyus
Raden Adipati Surya.

CALON WAKIL BUPATI WAYKANAN
Edward Antony.


CALON BUPATI LAMPUNGTENGAH
M. Ikshan,
Musa Ahmad,
Nessy Calvia Mustafa
Loekman Djoyosoemarto.

CALON WAKIL BUPATI LAMPUNGTENGAH
Ardito Wijaya,
Imam Suhadi,
Sura Jaya,
Toni Sastra Jaya.

CALON BUPATI LAMPUNGTIMUR
Zaiful Bokhari,
Yusran Amirullah,
M. Dawam.

CALON WAKIL BUPATI LAMPUNGTIMUR
Siswanto.


(IL-02/inilampung.com)