Di Rmollampung, Firmansyah Curhat Penanganan Corona yang Lamban
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Di Rmollampung, Firmansyah Curhat Penanganan Corona yang Lamban

Reporter
Jumat, 20 Maret 2020

INILAMPUNG.COM - Bakal Calon Wali Kota Bandarlampung Firmansyah Y Alfian, menilai pemerintah daerah ini lamban menghadapi wabah virus corona/convid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Firman saat berkunjung ke Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (20/4/2020) siang.

Menurut Rektor IBI Darmajaya, bahwa Pemkot Bandarlampung dan Pemprov Lampung seharusnya jauh-jauh hari sudah mengatasi penyebaran virus corona, jauh sebelum jatuhnya korban di Kota Bandarlampung.

"Wabah tersebut sudah lama menyerang negara-negara lain, pemerintah daerah seharusnya sejak jauh hari mempersiapkan diri untuk melindungi warganya," ujarnya bang Iman, sapaan akrabnya.

Setelah jatuh korban (terinfeksi) virus corona, pemerintah baru mulai perhatian dan itu pun masih jauh dari langkah antisipatif yang diharapkan masyarakat.

Untuk tes terinfeksi saja, kata bakal calon wali kota jalur perseorangan, warga harus menunggu beberapa hari hasil analisisnya dari laboratorium di Jakarta.

“Tak ada tes yang cepat dan upaya mengatasi kekurangan masker di masyarakat,” tandasnya.

Seharusnya, Menurut Firman, jika memang peduli keselamatan masyarakatnya, pemerintah daerah dan kota harusnya mengalokasikan anggaran khusus untuk tes corona secara gratis dan cepat.

Firman memperkirakan warga yang tertular virus sudah banyak di Lampung. Namun, lambannya pemerintah daerah, jadi baru satu yang diketahui positif covid-19.

Bahkan dia mengaku salut dengan pemerintah Makassar yang berani mengambil kebijakan sendiri untuk melindungi warganya menghadapi pandemi ini.

“Kenapa pemerintah daerah ini tak jauh-jauh berusaha mencegah wabah tersebut sebelum ada korban,” katanya.

Jika hanya berharap pada pemerintah pusat, dia khawatir penyebaran virus corona akan sulit ditangani kelak.

Senada dengan Firman, Prof Bustomi Rosadi bakal calon wakilnya mengusulkan pemerintah segera mengalokasikan dana untuk kesehatan masyarakat.

Sebagai upaya antisipatif, kedua bakal pasangan kepala daerah itu meliburkan tim pemenangan selama dua minggu.

Pihaknya juga akan mengurangi aktivitas mengumpulkan banyak orang.

Di kampus kedua akademisi tersebut, Darmajaya, mereka telah mengalihkan proses belajar secara daring untuk membantu pemerintah pusat memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Sejak 23 Maret 2020 sampai dengan 15 April 2020, proses pembelajaran dan aktivitas karyawan dilakukan dengan memanfaatkan teknologi.

Sampai dengan turunnya berita ini, di Lampung sendiri yang dinyatakan positif Corona berjumlah satu. Namun menurut kepala dinas kesehatan Provinsi Lampung, pasien berangsur membaik.(fa/inilampung)