Hari Puisi Dunia, Rida: YHPI Terbitkan Antologi Puisi
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Hari Puisi Dunia, Rida: YHPI Terbitkan Antologi Puisi

bdy
Minggu, 22 Maret 2020

         Rida K Liamsi (foto: ist)



INILAMPUNG.COM - Antologi Puisi Hari Pusi Dunia (HPD) 2020 siap meramaikan suasana perpuisian dan kepenyairan Indonesia tahun ini.

Hal itu dikatakan Rida K Liamsi, penggagas penerbitan antologi pusi untuk merayakan Hari Puisi Dunia yang diperingati tiap 21 Maret.

Gagasan ini cukup cepat. Pemberitahuan melalui grup WatsApp (WA) Hari Puisi Indonesia dan Jazirah Sastra, serta media sosial Face Book (FB). "Ternyata sambutan dari penyai Indonesia sangat tinggi," kata Rida K. Liamsi, sastrawan asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau itu, Ahad (22/03/2020).

Antologi ini berisi puisi-puisi yang ditulis para penyair Indonesia yang dikirim bertepatan pada Hari Puisi Dunia 2020 tanggal 21 Maret itu. 

"Buku ini akan menghimpun puisi-puisi yang ditulis sekitar 80 penyair dengan sekitar 100 puisi yang dikirim sejak pukul 08.00  pada 21 Maret sampai pukul 24.00," jelas Rida. 

Para penyair yang mengirim puisi juga berasal dari berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Papua, dengan beragam tema. 

"Meskipun kebanyakan tentang Coronavirus," imbuh dia.

Ditambahkan, para penyair yang tergerak menulis puisi pada hari itu, dan mengirimkannya ke tim pengagas penerbitan antologi itu, berasal dari berbagai komunitas sastera di Tanah Air. Seperti wag Hari Puisi Indonesia, Ruang Sastera, Jazirah Sastera,  Majlis Sastera Riau, Lamban Sastra Isbedy, RBB Rumah Hitam, Taman Puisi RHF, dll, dan dari grup FB Komunitas Sasterawan Nusantara.

"Para penyair yang sengaja menyediakan waktu hari itu untuk menulis dan mengirim puisinya, juga luar biasa."

Mulai dari penyair papan atas Indonesia, Sutarji Calzoum Bachri, Zawawi Imron, Taufik Ikram Jamil, Fakhrunna MA Jabbar, Husnizar Hood,  Budhi Setyawan, Isbedy Stiawan ZS, Hasan Aspahani, M. ibrahim Ilyas, Dheni Kurnia, Khairul Jasmi, Asrizal Nur, D Kemalawati, Kunni Masrohanti, Rinni Intama, Ratna Ayu Budhiarti, dan lainnya.

Antuasiasme penerbitan antologi puisi ini juga datang dari para penyair muda yang potensial dan  penuh gairah. Mereka yang mengirim puisi di antaranya Ayat Khalili, Muhammad De Putra, Ruhan Wahyudi, Muhammad Alfariezie, dan lainnya. 

Menurut Rida K Liamsi,  kumpulan puisi ini belum diberi nama. Namun, masih kata penyair asal Tanjungpinang yang akrab disapa Dato' ini, rencananya kata pengantar untuk antologi puisi tersebut diberikan  okeh kritikus sastra Maman S Mahayana. 

"InsyaAllah akan diluncurkan pada puncak acara Hari Puisi Indonesia (HPI),  Oktober nanti," katanya.

Puisi-puisi yang terkumpul itu, kini sedang dalam proses kurasi, dan segera setelah itu akan masuk ke proses percetakan. 

"Buku ini, seperti biasa adalah bagian dari program kerja Yayasan Hari Puisi Indonesia (YHPI ) yang sejak awal bertekad bahwa "Di Mana Ada Puisi di Situ ada YHPI".

Dato Rida mengakhiri dengan mengucapakan, "Selamat merayakan Hari Puisi Dunia dan tetap waspada dengan wabah Covid-19. Di rumah saja dan nulis puisi lagi. Salam  puisi bertubi-tubi!" (rls/bdy/inilampung)