Pada 2020, Terjadi 11 Kasus Demam Berdarah di Pesisir Barat
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pada 2020, Terjadi 11 Kasus Demam Berdarah di Pesisir Barat

INILAMPUNG
Selasa, 10 Maret 2020

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko. Foto. Ina.

INILAMPUNG.COM - Selama tiga bulan 2020, di Kabupaten Pesisir Barat terjadi 11 kasus demam berdarah yang tersebar di sejumlah pekon.

Kesebelas kasus demam berdarah itu, menurut Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Barat (Pesibar), Tedi Zadmiko, hasil laporan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas kecamatan.

Disebutkan, dari Puksesmas Karyapenggawa ada tiga kasus demam berdarah yang terjadi pada awal Januari 2020 di Pekon Penengahan.

Kemudian di Puskesmas Ngambur ada enam kasus. Empat terjadi pada awal Februari di Pekon Gedungcahaya Kuningan dan satu di Pekon Negeriratu Ngambur, serta pada awal Maret ada satu kasus di Pekon Sukanegara.

Selanjutnya, di Puskesmas Bengkunatbelimbing ada dua kasus pada pekan terakhir Februari. Terjadi Pekon Pemerihan dan Sukamarga. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, pasien tertular oleh mahasiswa yang singgah di rumah korban, katanya.

Pada awal Maret, kasus demam berdarah ditemukan Puskesmas Lemong di Pekon Lemong. Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, pasien tertular di Bandarlampung.

Menanggapi kasus tersebut, Zadmiko menginstruksikan kepada suluruh Puskesmas terutama Puskesmas wilayah ditemukannya kasus demam berdarah, agar melakukan pemberantasan jentik nyamuk penyebab demam berdarah, membagikan lavarsida, dan melakukan pengasapan. "Fokus, dilakukan di pekon wilaya ditemukannya pasiesn demam berdarah," katanya.

Selain itu, aparat dinas kesehatan dan masyarakat diminta untuk bersama-sama memberantas demam berdarah dengan melakukan kebersihan lingkungan.

"Kami mengajak masyarakat bergotong-roong membersihkan lingkungan agar nyamuk penyebab demam berdarah tak punya ruang berkembang," ajaknya. (ina/inilampung.com).

LIPSUS