Kabur ke Palembang, Tahanan BNNP Lampung Tewas Ditembak
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Kabur ke Palembang, Tahanan BNNP Lampung Tewas Ditembak

INILAMPUNG
Kamis, 24 September 2020

INILAMPUNG.COM, Bandarlampung - Seorang tahanan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Lampung tewas ditembak saat dikejar di Palembang, Sumatera Selatan.

Tahanan bernama Adi Kurniawan (39) alias Daing itu tewas ditembak pada Selasa (22/9/2020) pagi ketika tim pemburu BNNP Lampung berhasil mengejarnya di Palembang.

Kepala BNNP Lampung, Brigjen I Wayan Sukawinaya mengatakan, tahanan itu kabur dari sel tahanan BNNP Lampung pada Senin (21/9/2020) dini hari.

“Kami sempat mengejar yang bersangkutan ke kampung halamannya, tapi tahanan ini sudah kabur ke Palembang,” kata Wayan saat dihubungi, Rabu (23/9/2020) sore.

Sebelumnya, BNNP Lampung menangkap Adi Kurniawan merupakan seorang kepala kampung di Lampung Tengah dan oknum polisi berpangkat AKP dibekuk BNN Provinsi Lampung pada Minggu (9/8/2020). 

Mereka ditangkap karena terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu-sabu seberat 1.036,42 gram di Lampung Tengah.

Wayan menjelaskan, tahanan Adi ini kabur dari sel tahanan BNNP Lampung yang ada di dalam gedung, kemudian melompat ke gedung sebelah (Bank Mandiri) melalui loteng di lantai 4 gedung BNNP Lampung.

Perlu diketahui, lokasi gedung BNNP Lampung sendiri berada di kawasan perniagaan di Telukbetung Utara.

Saat berhasil dikejar di Palembang, tahanan ini ternyata tidak menyerah, meski sudah diberikan tembakan peringatan.

“Tahanan ini tetap kabur menggunakan mobil, bahkan hampir menabrak anggota kami,” kata Wayan.

Keberuntungan berada di pihak BNNP Lampung, lantaran tahanan tidak mengetahui seluk beluk di Palembang. Sehingga tahanan Adi ini bertemu kembali dengan anggota yang mengejarnya.

“Karena mungkin dia itu tidak tahu jalan, ketemu lagi sama anggota kami. Sempat ada perlawanan, hingga terpaksa ditembak,” kata Wayan.

Menurut Wayan, di dalam mobil yang ditumpangi tahanan yang kabur itu ada tiga orang lain yang diduga membantu pelarian tahanan Adi.

“Kami dapatkan informasi mereka itu bawa senjata api. Dua orang yang duduk di belakang tewas, termasuk tahanan yang kabur itu,” kata Wayan.(kom/inilampung)

LIPSUS