Dugaan Jual Beli Kursi KPU Akan Disidang DKPP
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Dugaan Jual Beli Kursi KPU Akan Disidang DKPP

Reporter
Rabu, 18 Desember 2019



INILAMPUNGCOM - Dugaan kasus suap jual beli jabatan pada rekrutmen KPU kabupaten/kota di provinsi Lampung menuju babak baru. Pasalnya Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang pemeriksaan dugaan Pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) dengan Nomor Perkara 329-PKE-DKPP/XII/2019, di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Kamis (19/12/2019).

Sekretaris DKPP, Bernad Dermawan Sutrisno menjelaskan bahwa agenda sidang tersebut adalah mendengarkan keterangan Pengadu dan teradu juga pihak Terkait dan Saksi-saksi yang akan dihadirkan. “DKPP telah memanggil semua pihak secara patut, yakni lima hari sebelum sidang pemeriksaan digelar,” katanya.

Sidang pemeriksaan akan dipimpin Anggota DKPP bersama Anggota Tim Pemeriksa Daerah (TPD) Provinsi Lampung. Sidang tersebut akan digelar di kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Jalan P. Morotai. No. 10 A, Kec. Wayhalim, Kota Bandar Lampung.

“Sidang kode etik DKPP bersifat terbuka, artinya masyarakat dan media dapat menyaksikan langsung jalannya sidang pemeriksaan atau melalui live streaming Facebook DKPP, @medsosdkpp,” ungkap Bernad.

Diketahui perkara tersebut pengadu adalah Budiyono, yang kemudian memberikan Kuasa kepada Chandra Muliawan Direktur LBH Bandarlampung. Sedangkan teradu pada perkara tersebut adalah Esti Nur Fathonah Anggota KPU Provinsi Lampung.

Esti diduga terlibat suap pada proses seleksi Anggota KPU Kabupaten Tulang Bawang. Sebelumnya Lilis Pujiati bersama Esti melakukan pertemuan dengan Gentur Sumendi suami dari Fiza Yelisanti yang merupakan calon Anggota KPU Tulang Bawang yang masih mengikuti proses seleksi. Meskipun terakhir Lilis dan Fiza tidak gagal menuju lima besar.

Pada pertemuan itu membahas permintaan sejumlah uang sebesar Rp 150 juta guna memastikan pencalonan Fiza Yelisanti dapat diurus. Kemudian pada tanggal 4 November 2019 bertempat di Hotel Horison Bandar Lampung, Gentur memberikan sejumlah uang sebesar  juta kepada Lilis Pujianti.(rls/inilampung)