Pertamina Seriusi Biodiesel B30, Penganti Solar Murni
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pertamina Seriusi Biodiesel B30, Penganti Solar Murni

INILAMPUNG
Senin, 23 Desember 2019

INILAMPUNGCOM - Pertamina tandatangani kerjasama pengadaan (Fati Acid Methyl Ester/ FAME) dengan 18 Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BUBBN), yang ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM). Ini merupakan bagian dari implementasi penyediaan B30.

“Program B30 akan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan menurunkan penggunaan energi berbasis fosil, serta akan membantu meningkatkan perekonomian Indonesia, meningkatkan penggunaan produksi dalam negeri, serta menjaga keberlangsungan perkebunan dan petani sawit di Indonesia sebagai penyedia bahan baku dan produsen FAME,” kata Gandhi, Direktur Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur di Jakarta (17/12/2019).

Gandhi Sriwidodo mengatakan, penandatanganan kontrak kerjasama pengadaan FAME dengan BUBBN ini berlangsung selama satu tahun, mulai Januari hingga Desember 2020

Berikut ini 18 badan usaha yang melakukan kerjasama dengan Pertamina, dalam implementasi B30.

PT Sinarmas Argo Resources and Technology, PT Sinarmas Bio Energy, PT Batara Elok Semesta Terpadu, PT LDC Indonesia, PT Tunas Baru Lampung, PT Ciliandra Perkasa, PT Darmex Biofuels, PT Bayas Biofuels, Kutai Refinery Nusantara, PT Cemerlang Energi Perkasa, PT Pelita Agung Agrindustri, PT Pertama Hijau Palm Oleo, PT Intibenua Perkasatama, PT Sukajadi Sawit Mekar, PT Musim Mas, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Wilmar Bioenergi Indonesia dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Pertamina juga telah menyiapkan 28 titik penerimaan FAME untuk B30. Seperti Medan, Dumai, Siak, TLK Kabung, Plaju, Panjang, Tanjung Gerem, Bandung Group, Tanjung Uban, Jakarta Group.

Cikampek, Balongan, Tasikmalaya Group, Cilacap Group, Semarang Group, Tanjung Wangi, Surabaya, Tuban, Boyolali, Rewulu, Bitung, Balikpapan Group, Kasim, Kotabaru Group, Makassar, Manggis, Kupang, dan STS Pontianak.

Menurut Gandhi, Pertamina telah menyediakan bahan bakar dengan kandungan FAME (Biosolar) sejak 2010 dengan komposisi 2.5 persen dan terus meningkat hingga 20 persen.

Sejak November 2019, Pertamina mengimplementasikan penyediaan Biosolar dengan kandungan FAME yang lebih tinggi sebesar 30 persen ini.

"Pada masa ini, pencampuran B30 dilakukan di sejumlah titik diantaranya Fuel Terminal Medan, RU III Plaju, Integrated Terminal Panjang, Integrated Terminal Jakarta Group, Fuel Terminal Boyolali, Fuel Terminal Rewulu, Integrated Terminal Balikpapan, dan RU VII Kasim," terangnya.(zal/inilampung)

LIPSUS