Pesta yang Terpenggal
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pesta yang Terpenggal

INILAMPUNG
Minggu, 08 Desember 2019

Oleh: Dalem Tehang

RUMAH besar di sudut jalan protokol itu tengah disesaki ratusan orang. Suasana penuh keceriaan dan kegembiraan melengkapi bentangan belasan tenda warna pink yang menutup halaman luasnya. 

Pagi itu, sang pemilik rumah memang tengah berbahagia. Putri semata wayangnya, Lina, resmi disunting pria pujaan hatinya, Aries.

Akad nikah berlangsung khidmat dan lancar. Aries dan Lina pun resmi berstatus suami istri. Wajah pasangan muda ini penuh senyuman. Terpancar kebahagiaan dari hati yang terdalam. 

Kedua keluarga yang kini berbesanan pun tak kalah bahagianya. Mereka saling membaur. Menikahnya Lina dan Aries menyatukan kedua keluarga besar mereka.

Selepas berganti pakaian akad nikah, Lina dan Aries pun duduk di kursi pelaminan. Mengikuti prosesi resepsi. 

Lina yang baru saja selesai kuliah dan telah bekerja di perusahaan real estate sang ayah, tampak anggun dengan pakaian panjang warna putih. Aries yang dulu kakak tingkat Lina saat kuliah dan berprofesi sebagai pengusaha kuliner, begitu gagah dengan stelan jas warna hitam, dasi hitam, dan kemeja putih, berkopiah. 

Semua yang menyaksikan tampilan pasangan ini terkagum dan ikut berbahagia. Pasangan yang serasi. Cantik dan tampan.

Saat acara pesta resepsi berlangsung, di antara ratusan tamu, datang tiga orang pria yang salah satunya berpakaian dinas Polri. Mereka menuju samping rumah. Berbincang dengan beberapa anggota keluarga Lina.

Ayah Lina yang duduk mendampingi pengantin pun diminta anggota keluarganya untuk turun dari panggung. Ayah Lina menemui ketiga tamunya. Berbincang cukup lama. 

Tampak beberapa kali dia mengangguk-anggukkan kepalanya. 
Lalu dia menuju panggung, membisik ke telinga Aries yang baru beberapa jam resmi menjadi menantunya. Ayah Lina turun dari panggung tempat pengantin dan kedua orangtuanya duduk. Diikuti Aries. 

Mereka kembali ke samping rumah. Menemui ketiga pria yang datang saat pesta baru dimulai. Tanpa banyak bicara, Aries membuka jasnya, juga dasi dan kopiahnya. Ia sodorkan kedua tangannya. Trek.. borgol pun terpasang. 

Sang pengantin pun berjalan lunglai meninggalkan pesta pernikahannya. Lina yang melihat sang suami dibawa petugas, spontan jatuh pingsan. Pesta yang semula penuh rona kebahagiaan pun berubah. Para tamu kompak berpamitan. Mereka tak ingin lebih lama menyaksikan tragedi pesta yang terpenggal.

Sore harinya, ditemani kedua orangtua dan mertuanya, Lina menemui Aries yang berada di kantor polisi. Terungkaplah aib laki-laki yang belum sehari menikahinya itu. Ternyata, Aries bandar narkoba dan usaha kulinernya selama ini menjadi tempat transaksi barang haram itu. (*)

*)   Dalem Tehang
**) Jurnalis, dan Pemerhati Sosial Budaya di Bandar Lampung

LIPSUS