Haul Gus Dur, Klasika Dialog di Vihara Bodhisattva
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Haul Gus Dur, Klasika Dialog di Vihara Bodhisattva

INILAMPUNG
Sabtu, 11 Januari 2020

INILAMPUNG.COM - Klasika melanjutkan Tour Haul Gus Dur X di Vihara Bodhisattva, Sabtu, (11/1/2020).

Dalam rangkaian kali ini, Klasika mengusung tema Melalui Dialog Merawat Kemanusiaan dengan menghadirkan tiga pemateri lintas iman. Antara lain Penggiat Klasika Een Riansah, Romo Yohanes Kurniawan Jati, serta Bante Bhadra Shiddi.

Pemaparannya, Bante Bhadra mengajak peserta untuk mengenal diri sendiri. Menurutnya, mengenal diri sendiri merupakan awal untuk menumbuhkan rasa kemanusiaan.

Manusia memiliki watak alamiah yakni keserakahan, kebencian dan egois. Ketiga sifat itu dikendalakan oleh akal budi, hal itu yang diajarkan agama.

"Agama datang bukan sebagai pembeda, namun sebagai jalan kita mencapai kemanusiaan, seperti yang diajarkan Gus Dur," kata dia.

Sementara pendeta yang akrab disapa Romo Jati mengungkapkan, Indonesia beruntung pernah memiliki sosok Gus Dur. Menurutnya, mantan presiden RI ke 4 itu memiliki visi menyebarkan nilai kemanusiaan.

"Ia menjadi bapak bangsa yang mampu terbuka yang menyatukan yang berbeda," terangnya.

Sedangkan Een Riansah menerangkan, Gus Dur semasa hidupnya menempatkan dirinya sebagai hamba. Ia yakin dan percaya hidup harus saling mengasihi.

Atas keyakinannya itu, lanjut Een, Gus Dur tak pernah lelah untul merintis dialog di tempat-tempat ibadah. Ia selalu membela kelompok yang lemah.

"Gus Dur menempatkan kemanusiaan diatas segalanya melalui jalan dialog," pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Viahara Cucuh Maitri Ratna menyampaikan, pemuda memiliki peran penting dalam merawat nilai kemanusiaan. Hal itu karena pemuda merupakan corong dalam membangun masyarakat yang damai.

"Gus Dur merupakan sosok yang tepat untuk dijadikan tauladan, sikap selalu lebih mementingkan kemanusiaan dibanding politik," ungkapnya.(rls/inilampung)

LIPSUS