Kasus DBD di Way Jaha, Puskesmas Rantau Tijang Akan Dirikan Posko
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Kasus DBD di Way Jaha, Puskesmas Rantau Tijang Akan Dirikan Posko

INILAMPUNG
Selasa, 28 Januari 2020

INILAMPUNG.COM - Untuk mengantisipasi meningkatnya DBD, Puskesmas Rantau Tijang akan menyiapkan Posko Kesehatan dengan didukung kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik).

"Akan disiapkan Posko Kesehatan mengantisipasi DBD di tempat Bidan Desa Way Jaha Yurike. Kader Jumantik sendiri akan melakukan pemeriksaan rumah warga setiap seminggu sekali," ucap Ka. UPT Puskesmas Rantau Tijang, Minto pada koordinasi di Balai Pekon Way Jaha, Pugung, Tanggamus, Senin (27/1/2020) siang.

Rapat koordinasi ini adalah menyikapi keluhan masyarakat pekon Way Jaha. Dimana sebelumnya menurut menuturan warga bahwa pekon Way Jaha kasus DBD meningkat.

"Kurang lebih sudah 90 orang," menurut Yudi, yang berprofesi sebagai perawat (26/1).

Pertanyaan ini dibantah oleh Minto saat koordinasi bersama Camat, Kapolsek Pugung, Pj. Kepala Pekon Way Jaha. Bahwa menurutnya data tersebut tidak benar.

"Data dari Rumah Sakit untuk Pekon Way Jaha ditemukan 27 data pasien yang dirawat di 3 RS tersebut, dengan kriteria penyakit diantaranya 19 orang mengalami typoid/tifes, diare, demam panas dan gejala batu pilek. 8 orang DBD dan 6 sudah pulang. Berarti sisanya masih ada 2 dirawat," ungkapnya.

Kemudian, inilampung.com mencoba menggali informasi lebih dari warga. Didapatkan info bahwa, menurut Yudi memang banyak warga yang terduga DPD hanya saja warga tidak bersedia berobat ke puskesmas.

"90 itu sejak November 2019 puncaknya Desember 2019," jelasnya.

Maka ia bersama warga meminta pihak terkait untuk tanggap mengatasi permasalahan ini.

Sementara hasil koordinasi Puskesmas setempat, terkait Foging untuk wilayah terindikasi DBD, Minto mengaku kedepan pihaknya akan melakukan Foging di beberapa tempat.

"Rencana Minggu ini foging di Pekon Gunun Tiga dan untuk Way Jaha kita PE dulu, karena baru kemaren di foging," terangnya.

Kesempatan itu, Minto menghimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah masing-masing dengan melakukan 3M+, yaitu Menutup, Mengubur, Menguras + Serbuk Abate mencegah telur DBB.(zal/inilampung)

LIPSUS