LDII Tidak Mau Dibayangi Kekuatan Partai Politik
Cari Berita

Breaking News

banner atas

LDII Tidak Mau Dibayangi Kekuatan Partai Politik

INILAMPUNG
Sabtu, 25 Januari 2020


Ketua LDII Prof. Abdullah Syam

INILAMPUNGCOM -- Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof. Abdullah Syam menyatakan ormas yang dipimpinnya menganut asas bebas aktif dalam berpolitik.

Dengan demikian, masih kata Abdullah, LDII tidak berada dalam bayangan salah satu kekuatan partai manapun.

Selama ini, Ormas LDII identik dengan Partai Golkar. Dalam setiap ada agenda politik, LDII selalu dikaitkan sebagai bagian dari kekuatan politik tertentu, terutama Partai Golkar.

"Kader kami bebas aktif, bebas memilih partai politik mana saja. Baik saat Pileg, Pilkada maupun ikut meramaikan Pilpres," katanya, disela Muswil ke-7 LDII Jawa Tengah, di Semarang, Sabtu (25/1/2020).

LDII menurutnya juga tidak lagi berada pada bayang-bayang partai layaknya ketika Orde Baru--sebelum 1998.

"Sejak lahir UU ke-Ormasan, LDII tidak lagi di bawah partai mana pun, jadi kita netral dan aktif," Abdullah Syam menegaskan.

Meski demikian, diakui, beberapa kader LDII menjadi bagian penting dalam perpolitikan dan suatu parpol. Baik di legislatif maupun eksekutif.

"Silakan anggota boleh masuk ke partai mana pun, untuk kegiatan yang lebih positip. Jadi ada masuk ke Golkar, Geridra, PDIP, dan lainnya," katanya.

Dia menyebut ada 340 kader LDII yang ikut terlibat meramaikan kontestasi pada Pileg 2019 lalu dengan kendaraan aneka parpol.

"Ada 2 di Golkar, 1 PAN, 1 Gerindra, legislatif kemarin. Saat ini jadi 1 di PAN, 3 di Golkar untuk nasional. Kalau di daerah banyak," terangnya.

Kepada kadernya yang masuk di perpolitikan, diingatkannya untuk selalu memegang kebijakan lembaga ormasnya yakni kader boleh dimana-mana tapi jangan kemana-mana.

"Artinya tetap menjadi LDII dia harus berperilaku baik, jujur, amanah, dan kerja keras sampai berhasil. Secara sosial rukun, kompak, dan kerjasama yang baik," katanya.

Muswil ke-7 LDII Jateng digelar pada 25 sampai 26 Januari 2020, di Hotel Patra Semarang. Sejumlah agenda dibahas diantaranya pemilihan Ketua DPW LDII Jateng periode 2020 sampai 2025.

LDII dan Partai Golkar
Seperti diketahui, hubungan LDII dan Partai Golkar memang cukup dekat. Organisasi itu juga didirikan oleh sejumlah tokoh Golkar.

Sebelum digelar Pemilu 2019---Ketua umum Golkar Airlangga Hartarto sempat bertemu dengan Abdullah Hisyam. Silaturahmi pengurus LDII, di Jalan Tentara Pelajar Nomor 28, Jakarta Selatan, Senin (4/2).

Pada saat itu, kedua tokoh saling bersinergi. LDII, menurut Abdullah bukan hanya kepentingan dakwah, tapi sangat peduli pada bidang yang dibutuhkan bangsa, seperti ekonomi, lingkungan hidup, ketahanan pangan, energi terbarukan, dan beberapa bidang lain.

Prof. Abdullah Syam juga menunjukan gagasan-gagasan LDII yang terangkum dalam Hasil Rakernas LDII berupa 8 bidang pembangunan. Diantara 8 bidang itu, pangan dan energi terbarukan menjadi perhatian Utama Golkar karena sejalan gagasan partai pohon beringin itu.

Airlangga pun membalas: “Saya senang mendengar ada program ketahanan pangan dan energi terbarukan yang digagas LDII," kata Airlangga.

Hal itu sejalan dengan misi Partai Golkar, yang telah meluncurkan Indonesia Maju dan Sejahtera 2045. Kita juga punya Roadmap Indonesia Hari Ini dan Indonesia ke Depan. "Golkar memiliki sejarah panjang. LDII bukan orang lain dan jadi bagian perjuangan,” ujar Airlangga. (*/gat)

LIPSUS