Akbar: Partai Nasdem Terpapar Paling Tinggi Dinasti Politik
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Akbar: Partai Nasdem Terpapar Paling Tinggi Dinasti Politik

INILAMPUNG
Selasa, 18 Februari 2020

Akbar Faizal (fajar.co.id)
INILAMPUNGCOM ---  Akbar Faizal bikin "daya kedut" soal Partai Nasdem. Menurutnya, Partai besutan Surya Paloh itu menempati rangking pertama dari sejumlah partai yang menerapkan praktik dinasty politik.

Akbar Faizal mendirikan lembaga yang diberinama Nagara Instituti (NI), dimana dia duduk sebagai Direktur Eksekutif NI.

Riset NI menemukan 17.22 persen hasil pemilihan DPR Rl 2019 terpapar dinasti politik. Atau sebanyak 99 dari 575 anggota legislatif terpilih memiliki hubungan dengan pejabat publik.

Partai Nasdem menempati urutan pertama terpapar dinasti politik dengan presentase sebesar 33,90 persen.

Disusul Partai Golkar (31,58 persen), Partai PDI Perjuangan (21,18 persen), Partai Gerindra (18,52 persen), Demokrat (18,18 persen), Partai PAN (16,67 persen), PPP (13,28 persen).

Kemudian, ada PKS (8 persen), dan PKB yang menempati posisi paling buncit dengan raihan 5,17 persen terpapar politik dinasti.

Dalam keterangan resminya, saat acara peluncuran NI, di Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (17/2), Akbar menyatakan, dari 59 kursi, Nasdem meloloskan 20 orang---terpapar politik dinasti.

"Partai Nasdem peringkat teratas dalam presentase anggota legislatif yang terpapar dinasti politik." kata Akbar Faizal.

Istilah terpapar dinasti politik merujuk pada bangkitnya oligarki partai politik pasca reformasi 1998. Dimana salah satu penyebanya antara lain dengan turunnya indeks demokrasi Indonesia.

Berdasarkan riset The Economist Intelligence Unit, skor indeks demokrasi Indonesia pada 2019 adalah 6.48 dalam skala 0-10. Meski skor ini naik 0.09 dibanding tahun sebelumnya, masih jauh dari skor 7.03 pada 2015.


Untuk diketahui, Akbar Faizal merupakan seorang politikus Indonesia. Ia adalah salah satu caleg yang lolos pemilu legislatif untuk tahun 2014-2019 dari Partai Nasdem. Akbar Faizal gagal dapal Pileg 2019, dan masih tercatat sebagai pengurus Nasdem.  (dbs/RMOL/inilampung.com)

LIPSUS