Pelatihan Auditor ISPO Praktek Lapangan di PTPN VII Unit Bekri
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pelatihan Auditor ISPO Praktek Lapangan di PTPN VII Unit Bekri

INILAMPUNG
Sabtu, 15 Februari 2020

Pelatihan auditor Indonesian Substainable Palm Oil (ISPO) atau minyak sawit berkelanjutan di PTPN VII Unit Bekri Lampung Tengah. Foto. Ist.

INILAMPUNG.COM - Pelatihan Auditor Indonesian Substainable Palm Oil (ISPO) melakukan praktek di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Unit Bekri Lampung Tengah, Jumat (14-2-2020).

Pelatihan yang diikuti 35 peserta dari seluruh Indonesia, ini diselenggarakan Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta dan Komisi ISPO. Ini merupakan pelatihan XXIV.

Subject Matter Expert (SME) PT LPP Agro Nusantara Lugito Gito menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan selama enam hari. Sebelumnya dari Senin-Kamis (10-13-2-2020) telah dilaksanakan tahapan pendalaman pelatihan di Bogor.

Sedangkan untuk praktek di lapangan berlangsung di PTPN VII Unit Bekri. "Dipilihnya pelatihan praktek lapangan di sini karena PTPN VII Unit Bekri merupakan salah satu perusahaan sawit yang telah bersertifikasi ISPO tahun 2015," katanya.

Selain itu, tambah Lugito, sebagai anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara LPP harus terus melakukan sinergi kerjasama dengan anak perusahaan lainnya. Selanjutnya, perkebunan sawait di Bekri ini lebih dekat dijangkau dari pusat pelatihan.

Menurutnya, dalam pelatihan ini peserta akan megikuti beberapa sesi yakni presentasi, diskusi, dan ujian sertifikasi.

"Jadi, peserta pelatihan yang terdiri dari unsur swasta, BUMN, independen dan lembaga sertifikasi ini bisa saja tidak lulus dalam ujiannya, tergantung kemampuan peserta dalam menjalani ujiannya," papar Lugito.

Ia berharap dengan dilaksanakannya pelatihan ini dapat mempercepat kebijakan sertifikasi ISPO di Indonesia. Selain itu, auditor yang dihasilkan bisa berkompeten dalam hal memecahkan masalah dam bisa memgelola ruang lingkup audit acara subtainable.

Sementara, Panitia Pelatihan dari Komisi ISPO Kementerian Pertanian, Heri Nurdiona, mengatakan, saat ini ada 2.429 perusahaan  sawit yang ada di Indonesia. Dari jumlah ini baru 621 perusahaan sawit yang sudah memiliki sertifikasi ISPO termasuk PTPN VII.

Pada kesempatan itu, Heri mengungkapkan ucapan terima kasih kepada PTPN VII yang telah menyiapkan tempat untuk peserta pelatihan dari Sumatera, Jawa dan Kalimantan.

Ia meminta kepada para peserta auditor untuk mentaati semua aturan yang ada. Semoga pembelajaran ini bisa bermanfaat  bagi seluruh peserta.

Sementara itu, Manajer Unit Bekri Ary Askari, dalam pengantarnya menyampaikan selamat datang kepada para peserta Pelatihan Auditor ISPO dan  berharap nantinya mendapatkan masukan dari hasil paraktek baik di lapangan, pabrik dan administrasi.

“PPKS Bekri merupakan perusahaan peninggalan Belanda didirikan pada tahun 1923 dan dinasionalisasi pada tahun 1958. Sampai saat ini pengelolaannya dibawah Holding Pekebunan Nusantara PTPN III (Persero). Kapasitas terpasang untuk PKS 40 ton perjam dan PPIS 50 ton perjam”, kata Ary Askari dalam pemaparan profil Unit Bekri.

Selain memiliki pabrik juga terdapat kebun kelapa sawit, terdapat juga kebun tanaman tebu, sebagai tanaman selang untuk menghambat perkembangbiakan hama ganuderma, jelasnya.

Sedangkan penghargaan yang diperoleh diantaranya penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelola Lingkungan Hidup Proper Tahun 2018-2019 Peringkat Biru.
Penghargaan Kementerian Industri Hijau tahun 2019 peringkat level 5. Sertifikasi Halal Majelis Ulama Indonesia sertifikat produk sistem jaminan halan tahun 2019-2021.
Sertifikasi produk ISPO lembaga sertivikasi PT. Mutu Indonesia strategis berkelanjutan (LS-MISB) tahun 2016-2021 dan terakhir sertifikasi manajemen mutu PT. Sucofindo ISO 9001: 2015 dan ISO 14001 tahun 2015.

Aktifitas yang dilakukan di PPKS Bekri telah menggunakan Sitem Manajemen Terpadu PTPN VII (SMTN7) urainya.

Untuk mempersiapkan perpanjang ISPO di tahun 2021 Unit Bekri sejak awal tahun  telah melakukan audit secara internal dan eksternal dalam mempersiapkan sertifikasi ISPO, mbuhnya. (rls/inilampung.com).

LIPSUS