Aksi Tolak Omnibus Law di Lampung Diwarnai Kekecewaan
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Aksi Tolak Omnibus Law di Lampung Diwarnai Kekecewaan

INILAMPUNG
Selasa, 10 Maret 2020




INILAMPUNGCOM --- Aksi unjuk rasa mahasiswa Lampung menolak Omnibus Law berbuntut.

Para mahasiswa yang datang dari berbagai kampus itu mengaku kecewa dengan sikap ketua DPRD Mingrum Gumai.

Menurut Presiden BEM Universitas Lampung (Unila), Irfan Fauzi Rachman, mahasiswa hanya ingin Mingrum Gumay keluar dari ruangan gedung DPRD dan turun menemui mengunjuk rasa agar lebih dekat dengan aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja.

“Tetapi tidak mau, langsung pergi. Itu namanya melecehkan pergerakan mahasiswa hari ini,” kata Irfan saat aksi di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Selasa (10/3).

Ia juga meminta Mingrum untuk minta maaf karena telah meninggalkan forum mimbar bebas Aliansi Lampung Memanggil.

“Menuntut permohonan maaf kepada ketua DPRD Provinsi Lampung yang telah meninggalkan forum mimbar bebas aliansi lampung memanggil,” ujarnya.

Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Bandarlampung yang tergabung dalam ‘Aliansi Lampung Memanggil’ menggelar aksi di depan Kantor DPRD Lampung, Selasa (10/3). Dalam aksinya mereka menolak mnibus Law RUU Cipta Kerja yang segera disahkan oleh Presiden Jokowi.

Masa aksi terdiri dari mahasiswa yang berasal dari beberapa universitas, serta beberapa Ormas seperti Liga Mahasiswa Nasional Demokratik (LMND), Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), serta Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI)


Sudah Tanda Tangan
Padahal, dalam aksi itu Mingrum sudah mendatangani kesepakatan Aliansi Lampung Memanggil. Ia mengaku telah menampung semua aspirasi massa aksi.

“Baik kawan-kawan, aspirasi kawan-kawan telah kami terima, akan kami tindak lanjuti,” kata Mingrum di hadapaan ratusan massa aksi.

Ia mengaku akan menyampaikan aspirasi Aliansi Lampung Memanggil ke pemerintah pusat serta DPR RI.

“Akan menyampaikannya baik kepada pemerintah pusat serta DPR RI. Sebagai tindak lanjut ini DPRD akan membuat surat,” jelasnya.

Mingrum meminta massa aksi kembali ke kampus untuk melaksanakan aktivitas. “Oleh sebab itu, kami meminta teman-teman kembali ke kampus untuk melaksanakan aktivitasnya,” ujarnya.

Ketika massa aksi meminta Mingrum untuk naik ke atas mobil aksi lantaran suara toa yang kecil, ia malah memilih masuk kembali ke gedung DPRD Provinsi Lampung. (RMOL/INILAMPUNG)

LIPSUS