Ismet Roni Ajak Warga Tulangbawang Hindari Konflik Lewat Perda No I 2016
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Ismet Roni Ajak Warga Tulangbawang Hindari Konflik Lewat Perda No I 2016

INILAMPUNG
Minggu, 15 Maret 2020






Ismet Roni, ketika dialog dengan warga Tritunggal, Tulangbawang. (alisodikin/inilampung.com) 
INILAMPUNGCOM --- Anggota DPRD Provinsi Lampung Ismet Roni melakukan  sosialisasi Peraturan Daerah Nomor I Tahun 2016 tentang rembug desa dan pencegahan konflik di Lampung. Acara itu berlangsung dibalai desa Tritunggaljaya, Kecamatan Banjar Agung, Tulangbawang, Ahad (15/3/2020).

Menurut Ismet Roni, banyak Perda yang belum tersosialisasi dengan benar. Padahal, aturan hukum itu bisa dijadikan panduan masyarakat.

Suasana sosialiasi Perda I Tahun 2016 (alisodikin/inilampungcom)
Dia memberi contoh, Perda I Tahun 2016 soal Rembug Desa dan Pencegahan Konflik. "Peraturan pemerintah ini cukup urgen untuk pencegahan konflik antar kelompok yang sering muncul di Lampung," kata anggota Komisi II DPRD Lampung itu.

Sosialisasi harus dilakukan berkala, agar ketika terjadi konflik, aparat desa pun mengetahui cara mengantisipasinya.

"Perda No I Tahun 2016, belum banyak yang tahu. Padahal, aturan ini bisa menangkal terjadinya gejolak antar kelompok yang muncul di desa," kata Ismet Roni didepan 200-an warga desa.

Ismet mengatakan Kabupaten Tulangbawang, Tulangbawang Barat, dan Mesuji dikenal sebagai salah satu daerah rawan konflik di Lampung.

Pemicu konflik pun sifatnya multidimensional. Mulai dari konflik agraria (lahan), ekonomi, budaya, maupun tindak kriminal biasa. Namun, konflik tersebut seringkali meluas menjadi konflik kekerasan komunal yang membawa isu etnik.

Konflik Mesuji umumnya dipicu masalah agraria (lahan). Dalam catatan Ismet Roni, sejak reformasi, konflik pertanahan di Mesuji kerap terjadi.
Kepada Desa Trutunggal, Muryanto (inilampungcom)

Lantaran kala itu, negara dinilai sering menyerobot tanah masyarakat lokal. Kemudian konflik ini berkembang menjadi menjadi konflik antara warga dengan perusahaan. Yakni, ketika negara banyak memberikan konsesi pengelolaan lahan hutan kepada pengusaha.

Sosialisasi diikuti sejumlah warga desa dari 3 kecamatan di Tulangbawang. Hadir Kades Tritunggal, Muryanto, dan pamong desa dan ratusan tokoh masyarakat. (*IL-2/inilampung.com)



LIPSUS