Musa Ahmad Umbar Janji, Hingga Dipanggil Bli Gede
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Musa Ahmad Umbar Janji, Hingga Dipanggil Bli Gede

INILAMPUNG
Senin, 09 Maret 2020


Musa Ahmad (rilis.id)
INILAMPUNGCOM --- Musa Ahmad dan Ardito Wijaya kini dapat nama panggilan khas Bali. Pasangan bupati dan wakil bupati Lampung Tengah itu, oleh umat Hindu mulai kini akan dipanggil "Bli Gede Musa", sementara Ardito mendapat panggilan "Bli Putu"Ardito Wijaya.

Dalam deklarasi dukungan pencalonan bupati, di lapangan Merdeka Seputih Raman, pada Minggu (8/3/2020)---ribuan masyarakat umat Hindu hadir. Komunitas Hindu ini menamakan diri, SERDADU (Organisasi Umat Serikat Pemuda Hindu), diketuai I. Made Wirayasa.

Musa Ahmad, saat deklarasi di Seputihraman, Minggu (8/3/2020).

Dukungan tersebut diakuinya sebagai langkah politik serta yang pertama kali dilakukan organisasi dengan basis keagamaan Hindu.

Menurut I Made Wirayasa, SERDADU  adalah bagian masyarakat Lamteng yang sadar politik. “Kami Serikat Pemuda Hindu menentukan pilihan politik. Kami sudah punya pasangan calon bupati dan wakil bupati (Lamteng), yakni pada sosok Musa Ahmad – Ardito Wijaya,” terang I Made Wirayasa

Kata " bli" biasanya gunakan bagi laki-laki Bali sebagai sarana untuk pengakraban. Panggilan "bli" juga sering digunakan kepada tokoh yang dituakan dalam komunitas warga Bali, meskipun usianya masih muda.

Musa Ahmad - Ardito Wijaya menegaskan komitmennya kepada umat sedarma, bahwa mereka berdua akan memperhatikan keberagamaan umat Hindu di kabupaten bergelar Jurai Siwo itu.

Deklarasi dukungan Musa - Dito bersama Serdadu, ditandai dengan penyerahan bendera petaka dari Musa Ahmad kepada pengurus Serdadu, pembacaan komitmen bersama, serta pendatanganan kesepakatan bersama.

"Jika kami yang ditakdirkan memimpin kabupaten ini (Lamteng), kami akan memperhatikan peremajaan tempat ibadah bagi umat Hindu di Lamteng," kata Musa Ahmad.

Tak hanya itu, Musa Ahmad siap andil dan membantu dalam setiap acara keagamaan, budaya, sebagai bagian dari keberagaman hidup beragama di Lamteng.

Penyuluh guru agama Hindu di sekolah, serta program peningkatan pandita, pinandita, serapi dan organisasi agama Hindu, menjadi hal yang diprioritaskan.


160 Kampung
Ardito Wijaya mengaku sudah bersosialisasi di 60 titik atau desa. Keluhan warga umumnya soal layanan; insfrastruktur yang rusak, pendidikan biaya mahal dan kesehatan, serta kelangkaan pupuk.

"Dari situ ke depan kami siap untuk membangun kabupaten ini untuk jauh lebih baik lagi," terangnya. (VAL/inilampung.com)

LIPSUS