PTPN VII Berupaya Maksimal Antisipasi Covid 19
Cari Berita

Breaking News

banner atas

PTPN VII Berupaya Maksimal Antisipasi Covid 19

INILAMPUNG
Kamis, 26 Maret 2020

Penyemprotan disinfektan di kantor PTPN VII. Foto. Ist.

BANDARLAMPUNG---Memasuki pekan kedua masa darurat wabah virus Corona atau Covid-19) di Indonesia, PTPN VII berupaya maksimal mencegah penularan virus tersebut, terutama di lingkungan kerja.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII Muhammad Hanugroho bersyukur hingga kini tidak ada karyawannya yang terindikasi tertular Covid-19.

“Alhamdulillah, sampai hari ini belum ada yang terindikasi suspect atau positif (tertular Covid-19) di lingkungan PTPN VII, baik di Lampung, Sumsel, maupun di Bengkulu," ujarnya di Bandarlampung, Kamis (26-3-2020).

Manajemen PTPN VII mencegah penularan Covid-19 melalui sosialisasi internal dengan berbagai media, menyemprotkan disinfeksi di semua kantor dan fasilitas perusahaan, screening dengan pengecekan suhu tubuh setiap hari kepada semua karyawan maupun tamu, juga menerapkan kerja di rumah.

Menurut Oho, sapaan akrab Hanugroho, sebagai perusahaan dengan jumlah karyawan cukup banyak, pihaknya memberi perhatian khusus kepada faktor keselamatan. Gejala penyakit yang disebarkan oleh virus, sangat menjadi perhatian mengingat dampaknya akan sangat luas dan mudah menyebar di tengah kerumunan karyawan.

“Kami sangat tanggap dengan covid 19 ini karena kami punya karyawan banyak, lebih dari 10 ribu orang. Karyawan beraktivitas di unit-unit kerja yang relatif rapat, seperti ke kantor, pabrik, dan fasilitas lainnya. Karena itu, tidak ada toleransi bagi kami untuk menerapkan protokol pencegahan sebagaimana yang diintruksikan oleh pemerintah,” kata dia.

Dalam evaluasinya, Oho menilai semua jajaran telah melaksanakan semua imbauan pemerintah tentang antisipasi Covid 19 ini. Semua unit, dari kantor direksi, kantor perwakilan, unit kerja, dan anak perusahaan antusias melaksanakan standar pencegahan.

Bahkan, karyawan di unit-unit berprakarsa melakukan pencegahan dengan bekerjasama dengan pemerintah kabupaten bahkan mandiri. Untuk sarana dan prasana serta alat perlindungan diri (APD) untuk seluruh karyawan sudah mulai lengkap dan dalam waktu dekat penggunaan mobile sterilizer chamber mulai diterapkan.

Semua unit langsung bekerja sama dengan klinik pratama atau puskes unit masing-masing untuk melaksanakan standar pencegahan.

Misalnya, mereka langsung menugaskan satpam untuk mengecek suhu tubuh karyawan dan tamu setiap hari ketika masuk kantor atau pabrik.

"Tentu saja dikasih tahu dulu caranya dan mencatatnya. Termasuk kalau menemukan yang suhunya lebih dari 37,5 derajat, apa yang harus dilakukan,” kata dia.

Tentang operasional pasca masa darurat covid 19, terutama setelah diberlakukan work from home, Hanugroho menyatakan masih sangat terkendali.
Sistem manajemen PTPN VII yang sudah menggunakan enterprise resources planning (ERP - SAP) kata dia, dengan sistem Video Conference dapat memudahkan setiap karyawan kantor menjalankan tugasnya dari rumah.

“Sejauh ini masih berjalan dengan baik, meskipun masih ada kordinasi yang harus ditingkatkan. Tetapi dengan fasilitas internet, kami lakukan rapat dengan video conference dan komunikasi tertulis dengan email maupun medsos seperti WA, dan lainnya. Sementara untuk pekerja di lapangan, terutama di kebun, alhamdulillah tidak ada kendala,” kata dia.

Pada kondisi ini, manajemen mewajibkan setiap pimpinan unit melaporkan setiap perkembangan, baik urusan administrasi maupun berkaitan dengan wabah ini per hari. Informasi yang didapatkan, kata dia, selain sebagai data di internal PTPN VII juga disampaikan kepada Holding Perkebunan.

“Setiap kebijakan dan perkembangan dari proses yang dikerjakan di perusahaan kami laporkan ke Holding. Ini sesuai dengan amanat Menteri BUMN dan Direksi Holding tentang Protokol Penanganan covid 19,” kata dia. (rls/inilampung.com).

LIPSUS