Di Lampung 100.000 Ton Gula Diduga "Tertahan" Digudang
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Di Lampung 100.000 Ton Gula Diduga "Tertahan" Digudang

INILAMPUNG
Kamis, 19 Maret 2020


Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo (rmol.id)
INILAMPUNG.COM - Sama halnya dengan masker dan hand sanitizer, bahan pokok pun ikut langka ditengah wabah corona. Seperti gula, sejak beberapa bulan terakhir mulai menghilang, hal ini terindikasi akibat ditimbun oleh beberapa perusahaan. 

Mengutip kantor berita RMOL.ID, Rabu (18/3/2020), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri mendapati perusahaan Gula di Lampung menahan stok gula hingga 100 ribu ton gula pasir. 

Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, penemuan Polri soal perusahaan yang menimbun 100 ribu ton gula di Lampung, pada Selasa (17/3/2020).

“Kemarin kita laksanakan sidak ke Lampung. Ada beberapa perusahaan yang memiliki stok besar sekali, kurang lebih 75.000-100.000 ton. Dan itu tak terdata di kita," kata Sigit, dikutip rmol.id, 

Kemudian, Sigit yang didampingi Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Daniel Tahi Silitonga, pejabat Kementan serta pejabat PT Food Station Cipinang Jaya, meminta gula yang ditimbun untuk segera disalurkan.

"Kita minta untuk segera menyalurkan dengan pemda. Untuk stok gula tersebut dikirim ke Jakarta. Dan sepakat mulai hari ini akan dikirimkan kurang lebih 33 ribu ton,” kata Sigit saat sidak di PT Food Station Cipinang Jaya, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Kabareskrim ingin memastikan stok pangan di Jakarta terpenuhi di tengah isu panic buying yang terjadi karena virus corona. 

“Kita akan menindak pengusaha yang menimbun stok pangan di tengah wabah corona. Kami mengultimatum pengusaha dan pedagang agar tak memasang harga tinggi menjual sembako,” kata Sigit.

Pengawasan ketersediaan sembako, kata Sigit, akan semakin diperketat. Sigit juga meminta agar perizinan suplai sembako dipermudah masuk ke Jakarta dalam rangka menjaga ketersediaan pangan.

“Kami akan pantau hambatannya ada di mana. Jadi tidak ada alasan untuk gula tidak turun. Kita akan telusuri hambatannya ada di mana, apakah masalah distribusinya ataukah di stoknya yang masih menumpuk yang sengaja disimpan. Atau masalah ramainya perizinan akan kita cek semua,” ujar Kabareskrim.

Sigit juga mengimbau masyarakat tak panik pasca merebaknya wabah virus corona. Ia mengatakan akan mengawal ketersediaan pangan di pasaran.

“Masyarakat tak perlu takut dan panik, karena ada info beredar pasar tertentu tak berani berjualan. Seluruh kegiatan baik hari ini ke depan pasar akan tetap berjalan biasa,” kata Sigit.(zal/ok/inilampung)

LIPSUS