Tidur Pagi Band Akhiri Majelis Seni Jumat Malam Lamban Sastra Isbedy
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Tidur Pagi Band Akhiri Majelis Seni Jumat Malam Lamban Sastra Isbedy

bdy
Sabtu, 14 Maret 2020



INILAMPUNG.COM -- Tidur Pagi Band menutup rangkaian Majelis Seni Jumat Malam Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS di Amphie Teater PKOR Wayhalim, Bandar Lampung, Jumat (13/3) malam.

Kelompok band milenial ini menyuguhkan 4 lagu yang popular di kalangan remaja dan sebagai penutup rangkaian pergelaran seni pekan kedua tiap bulan.

Tidur Pagi Band kami beraliran pop akustik, mengusung tema cinta dan kehidupan. 

Menurut Wawan, vokalis dan gitaris Tidur Pagi Band, saat ini sudah punya satu lagu single yang sudah dilaunching di aplikasi-aplikasi musik digital berjudul "Kepada Jantung Hati".

Penampilan Tidur Pagi yang diawaki Wawan, Hendi dan Andre mendapat sambutan hangat dan aplaus dari pengunjung. 

Wawan mengaku puas karena penampilan kelompoknya disambut baik. "Aplaus ini bagian dari pendorong kami untuk terus maju," katanya.

Ia juga berterima kasih karena musik yang dihadirkannya langsung diterima audiens. Itu membuktikan karya musil kami dapat ditetims baik.

"Kami berterima kasih pada Lamban Sastra Isbedy yang menyediakan panggung kreativitas pada seniman muda," lanjutnya. 

Sementara ketua pelaksana, Syaiful Irba Tanpaka mengharapkan Majelis Seni Jumat Malam bisa berlanjut. Kegiatan ini dihelat untuk menyemarakkan panggung seni di Lampung dinilai mulai jarang. 

Padahal di daerah ini sangat banyak seniman. Karena itu ia mengajak para seniman berkompetisi secara kondusif demi menjayakan kehidupan kesenism di Lampung.

Hal sama dikatakan Isbedy Stiawan ZS, pengsmpu Lamban Sastra. Katanya, ketika pemerintah kurang peduli pada tumbuh dan majunya seni, maka saatnya seniman menciptakan peluang dan panggung.

"Panggung" bagi seniman adalah karya dan kreativitas. "Kalau kedua itu sudah tiada atau diabaikan, ya geliat seni menjadi mandek atau stagnan. "Kita berkarya dan berkreativitas tidak harus menunggu diperhatikan pemerintah. Tapi kita bisa merangkul pihak lain, misalnya pengusaha dan politisi.

"Untuk Majelis Seni ini, misalnya, dapat dukungan brader Yozi Rizal yang notabene politisi."

Lamban Sastra Isbedy Stiawan ZS juga pernah bekerja sama dengan owner Tegal Mas Island, Thomas Aziz Riska ketika menggelar Tegal Mas Island Intermational Poetry Festival, 24-26 Januari 2020 lalu. (zal/inilampung)

LIPSUS