Arief: Sudah Saatnya Videokan Puisi-Puisi Isbedy
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Arief: Sudah Saatnya Videokan Puisi-Puisi Isbedy

INILAMPUNG
Jumat, 24 April 2020

Sesi Shot Video Isbedy oleh Dimas, lokasi Way Hui (dok. Inilampung)

INILAMPUNG.COM - Arief Mulyadin, pernah bertugas sebgai fotografer di media lokal, kini menekuni sinema. Pada situasi anjuran di rumah saja karena pandemi Covid-19, ia menggagas pendokumentasian persoalan di masyarakat Lampung.

Dikatakannya, gagasan itu hasil diskusi di virtual WA bersama Dede Safara dan sinema Lampung lainnya, soal pentingnya dokumentasi keadaan masyarakat saat adanya pandemi virus corona.

"Kami berpikir, mungkin hanya terjadi sekali wabah mencemaskan hampir seluruh penduduk bumi dalam kehidupan manusia. Akhirnya kami sepakat melakukan pendokumentasian," kata Arief, Kamis (23/4/2020) malam.

Dokumentasi dalam bentuk film dokumenter yang dibuatnya, menggambarkan keberadaan suatu wilayah atau lingkungan yang menerapkan tinggal di rumah saja. Kawasan yang menutup bagi pendatang, anjuran tamu harus segera melapor, dan lainnya.

"Termasuk tokoh yang tetap berkreasi walaupun di rumah saja. Seperti pada sastrawan Lampung, Isbedy Stiawan ZS," jelas Arief.

Ia menggandeng Dimas AJ, jebolan ISI Yogyakarta, untuk pendokumentasi tersebut. "Kami kolaborasi sampai program ini jadi."

Arief meyakini film dokumenter tentang Covid-19 secara nyata, adalah hasil kreasinya ini. 

"Kami tak memfiksikan keadaan yang sudah sepertinya melebihi fiksi. Bagaimana warga takut dengan sesuatu yang tak tampak dan terbaca itu" ungkap Arief.
Selain medokumentasikan aktivitas Isbedy Stiawan semasa di rumah saja, ia tertarik mendokumentasikan puisi-puisi sastrawan Lampung itu.

Isbedy membacakan puisi-puisinya yang ditulis masa 1984 sampai sekarang. Nantinya, jelas dia, akan dishare di youtube dengan kanal "Paus Sastra Lampung". 

Sementara Dimas AJ mengatakan, Isbedy bukan saja penyair Lampung. Tapi bisa pula membaca puisi dan akting.

"Kenapa tidak kami padukan melalui film dokumen baca puisi Isbedy," kata Dimas.

Diakui Dimas, Isbedy di ranah sastra Tanah Air merupakan ikon Lampung. "Ia dijuluki HB Jassin sebagai Paus Sastra Lampung," lanjutnya.

Film dokumenter Isbedy baca puisi rencananya akan dipublikasikan di youtube dan kepingan DVD.

Isbedy menyambut niat baik Arief dan Dimas. Bagian awal perekaman gambar, ia bacakan puisi-puisi bertema Covid-19.

"Saya berharap program ini dapat didukung pemerintah. Boleh pula person yang tergerak mendukung. Produksi  ini jelas perlu biaya," ucap pengampu Lamban Sastra itu.(zal/inilampung)

LIPSUS