Bupati Morowali Utara Meninggal Positif Corona, Begini Riwayatnya
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Bupati Morowali Utara Meninggal Positif Corona, Begini Riwayatnya

INILAMPUNG
Minggu, 05 April 2020

Bupati Morowali Utara, Apripel Tumimormor (dok. Net/inilampung)

INILAMPUNG.COM - Bupati Morowali Utara, Aptripel Tumimomor meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo Makassar pada Kamis (2/4/2020) malam.

Sehari setelah dinyatakan meninggal, tim medis mengumumkan hasil uji laboratorium yang menyatakan bupati positif terinfeksi corona atau Covid-19.

Kini pihak terkait tengah menelusuri riwayat perjalanan dan kontak bupati.

Sebelum mengalami sakit, Bupati Morowali Utara diketahui memiliki riwayat bepergian ke Jakarta. Bupati berada di Jakarta selama dua minggu.

Kepala Bagian Humas Morowali Utara Heri Pinontoan menjelaskan, sepulang dari Jakarta Aptritel sempat dirawat di RSU Kolonade Morowali Utara. Di tempat itu, bupati sempat menjalani rapid test.

"Di RSU Kolonodale beliau telah menjalani rapid test, namun hasilnya negatif," kata Heri.

Kemudian pada Rabu (1/4/2020), bupati dirujuk ke Makassar untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Prosesi Pemakaman Bupati Morowali Utara di Gowa Pakai SOP Virus Covid-19 (portalsulawesi.com)

Sempat dirawat selama dua hari di RSU Wahidin Sudirohusoso Makassar, Bupati Aptripel meninggal dunia, Kamis (2/4/2020).

Jumat (3/4/2020) dini hari bupati dimakamkan di Kabupaten Gowa.

Pemakaman dilakukan sesuai protokol penanganan jenazah terinfeksi Covid-19.

"Benar atas permintaaan keluarga, jenazah dimakamkan di pekuburan Gowa," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah Haris Kariming.

Jumat (3/4/2020) malam sekitar pukul 22.30 Wita, hasil uji laboratorium sampel cairan tenggorokan Bupati Morowali Utara ke luar.

Tim medis RSUP Wahidin Sudirohusodo menyatakan, Bupati positif terinfeksi corona (Covid-19). Petugas medis pun kini melakukan sejumlah langkah menindaklanjuti hasil positif tersebut.

Sekretaris Kabupaten Morowali Utara Musda Guntur menjelaskan, sebelum hasil tes ke luar pihaknya telah melakukan pelacakan.

"Kami tidak menunggu hasil swab, pasca-meninggalnya Pak Bupati, kami langsung melakukan penelusuran dan mengidentifikasi semua riwayat kontak Pak Bupati 10 hari terakhir," kata dia.

Pejabat dan masyarakat yang memiliki kontak dengan pasien diminta melapor dan melakukan karantina mandiri selama dua pekan. Sedangkan wilayah Kolonedale akan disemprot disinfektan.

"Hari ini juga kami akan melakukan penyemprotan disinfektan di dalam Kota Kolonedale," kata dia.(tribun/inilampung)

LIPSUS