1 Pasien Covid-19 Asal Sekincau Meninggal
Cari Berita

Breaking News

banner atas

1 Pasien Covid-19 Asal Sekincau Meninggal

INILAMPUNG
Sabtu, 04 April 2020



INILAMPUNGCOM-- Pasien terindetifikasi positif corona asal Lampung Barat, berinisial Sy (71 Tahun) meninggal di RS Abdoel Moelok, Jumat, pukul 23.30 Wib.

Ini adalah kali kedua, pasien Covid 19 di Lampung yang meninggal. Sebelumnya, Senin (30/3/2020), pria berinisial MISF (35) meningal juga di RSUAM. Pasien nomor 2 ini merupakan pegawai Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Wilayah Lampung.

Terkait pasien yang meninggal, hari ini---Bupati Lampung Barat Farosil Mabesus---menyebut identitas warganya itu,  Sy (73), warga Sekincau, Kabupaten Lampung Barat. “Benar, meninggal semalam,” ujar Bupati Parosil Mabsus, Sabtu (4/4).

Pak Cik, panggilan Parosil Mabsus, mengatakan berdasarkan persetujuan keluarga Sy semula mengihlaskan pemakamanya oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung.

Namun, kemungkinan berubah karena para warga dimana tempat pasien tinggal telah menyiapkan liang lahan secara gotong royong.

Dikutip dari kantor berita RMOLampung, warga gotong royong menyiapkan liang lahat untuk korban terinfeksi virus corona di Pekon Srigaluh, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat, Sabtu siang (4/4).

Warga bergotongroyong menyiapkan liang lahat untuk warga mereka yang meninggal akibat terinfeksi virus corona di Sekincau, Kabupaten Lampung Barat/RMOLLampung


Mereka bergantian menggali kuburan di lokasi pemakaman kampung korban di TPU Srigaluh.

Seorang pamong desa setempat ikut memberikan pengarahan bahwa warga hanya diijinkan menyiapkan liat lahat. Setelah itu, prosesi pemakaman dilakukan petugas khusus dari Provinsi Lampung.

Camat Sekincau, Lampung Barat, M. Agus Setiawan, tampak dilokasi. Pihaknya masih koordinasi protokol pemakaman yang antara lain tidak diperkenankan keluarga nenyaksikan prosesi pemakaman.

”Informasi yang kami terima jenazah diberangkatkan sore ini, sehingga prosesi pemakaman bisa malam hari,” ujarnya. (*)

LIPSUS