Di Rumah Saja, Penyair Tetap Berkarya
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Di Rumah Saja, Penyair Tetap Berkarya

INILAMPUNG
Rabu, 22 April 2020

INILAMPUNG.COM - Di rumah saja, para penyair tetap berkarya. Selain menulis puisi, diskusi, juga baca puisi.

Itulah yang dilaksanakan sejumlah penyair Indonesia dalam menyikapi anjuran #dirumahsaja karena pandemi Covid 19.

Arcana Foundation didukung Budaya Saya Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI dan Indonesia Kaya menggelar parade baca puisi, diskusi, dan menembangkan puiao dari rumah.

Acara ini direkam langsung pada Rabu (22/4) petang, dan akan disiarkan di youtube Budaya Saya esok, Kamis (23/4).

"Jadi acara ini taping" kata Putu Fajar Arcana melalui instagram (IG) arcana.putu dan FB pribadinya.

Dalam IG Fajar Arcana itu, menyebutkan, di rumah pun para penyair tetap bisa produktif berkarya. 

"Mari sama-sama menyimaknya, walau tetap #dirumahaja," kata Fajar yang dikenal juga wartawan Kompas itu.

Ditambahkan sastrawan kelahiran Bali itu, 18 seniman dengan karyanya berbagi untuk Cinta Puisi #DiRumahAja.

"Ini sebuah kolaborasi @arcanafoundation dan @budayasaya (Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI), bersama para seniman dari Bali, Yogyakarta, Jakarta, Lampung, Garut, Pekanbaru, Kupang, Bandung, Madura, Tasikmalaya, dan Riau. Mari unjuk karya, tapi #darirumahaja," jelas Bli Can, panggilan akrabnya. 

Bintang tamu dalam kegiatan ini adalah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid, Sha Ine Febriyanti dan Annisa Hertami.

Terpisah, Isbedy Stiawan ZS menjelaskan, beruntung ia dilibatkan dalam kegiatan Cinta Puisi #DiRumahAja tersebut.

"Saya seorang mewakili Lampung. Ini merupakan kebanggaan bisa dilibatkan," katanya.

Penyair berjuluk Paus Sastra Lampung ini akan membacakan dua puisi. Taping akan dilakukan petang ini.

Para penyair yang terlibat pada sesi ini, yaitu Joko Pinurbo, Warih Wisatsana, Wayan Jengki Sunarta,  Mario F Lawi, Mezra E Pellendow, Ahda Imran, Ratna Ayu Budhiarti, Bode Riswandi, Reda Gaudiamo, Kurnia Effendi, Mahwi Air Tawar, Hasan Aspahani, Isbedy Stiawan ZS, Marhalim Zaini, dan Kunni Masrohanti.(zal/inilampung)

LIPSUS