Hilmar Farid: Saat Covid, Diperlukan Imajinasi
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Hilmar Farid: Saat Covid, Diperlukan Imajinasi

bdy
Rabu, 22 April 2020


INILAMPUNG.COM - Parade baca puisi penyair Indonesia bertajuk #Cinta Puisi Di Rumah Saja berlangsung lewat aplikasi Zoom, Selasa (22/04) dimualai pulul 14.00 hingga 17.00.

Acara yang ditaja Arcana Foundation dan didukung Dirjend Kebudayaan Kemendikbud dan Indonesia Kaya menghadirkam 14 penyair, penyanyi puisi Reda Gaudiamo, aktris Sha Ine Febriyanti dan Annisa Hertami.

Sementara para penyair, yakni Mario F. Lawi, Mezra E Pellendou dari Kupang, Warih Wisatsana, Wayan Jengki Sunarta (Bali), Mahwi Air Tawar (Madura), Joko Pinurbo (Yogyakarta), Ahda Imran (Bandung), Bode Riswandi (Tasikmalaya), Ratna Ayu Budhiarti (Garut), Hasan Aspahani, Kurnia Effendi (Jakarta), Isbedy Stiawan ZS (Lampung), Marhalim Zaini, Kunni Masrohanti (Riau).

Menurut Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid saat membuka acara tersebut, puisi dibutuhkan di saat manusia mengalami krisis dalam dirinya sendiri. 

Dikatakan Hilmar, pada saat pandemi ilmu pengetahuan tak bisa bekerja secara baik tanpa imajinasi.

 “Imajinasi itu selalu diberikan oleh puisi,” kata Hilmar,  saat memberikan sambutan pengantar dalam forum Ruang Sastra Penyair Bicara, Cinta Puisi #DiRumahAja

Ditambahkan Hilmar dalam forum yang dihelat secara daring lewat aplikasi Zoom ini,  bahwa forum-forum seperti ini harus dipertahankan dan diteruskan untuk memberikan inspirasi kepada manusia. 

Ia juga berpesan bahwa kebudayaan membutuhkan arsip sebagai salah satu cara menyimpan memori kemanusiaan. 

"Pada saat untuk memetakan sesuatu yang tidak ketahui ini, maka imajinasi punya peran penting karena bisa memasuki ruang-ruang tak terbatas itu," ujarnya.

Ia juga mengatakan, ketika pandemi Covid 19 ini diakui para ilmuwan dunia makin sehat karena gerak manusia dikit dan sedang istirahat.

      Para penyair dan bintang tamu

Sementara penyair Hasan Aspahani mengatakan bahwa puisi ibarat penunjuk arah menuju ke utara.

 “Mengapa utara karena ke arah itulah kita berpatokan agar tak tersesat,” katanya. 

Penyair Warih Wisatsana menambahkan, puisi mengajarkan kerendahatian di tengah situasi yang tidak menguntungkan. 

Parade baca puisi ini, tiap penyair membaca 1 hingga 3 puisi. 

Acara Cinta Puisi #DiRumahAja akan disiarkan di kanal Youtube Budaya Saya, Kamis (23/4/2020) pukul 11.00 WIB.(zal/inilampung)

LIPSUS