Makin Ketat, Polda Lampung Dirikan 7 Pos Penyekatan
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Makin Ketat, Polda Lampung Dirikan 7 Pos Penyekatan

INILAMPUNG
Sabtu, 25 April 2020

INILAMPUNG.COM - Dirlantas Polda Lampung membuat tujuh titik penyekatan terkait pandemi Covid-19. Ketujuh titik tersebut: Pos Bakauheni, Pos Pelabuhan Panjang, Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru, Pos Krui, Pos Sukai, Pos Waytuba, Pos Simpang Pematang.

Sejak Jumat (24/4) sampai 7 Mei 2020, Dirlantas Polda Lampung mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengarahkan pelanggar balik kembali.

Kemudian, 7 Mei 2020 hingga 31 Mei 2020, selain pengaturan putar balik, pelanggar akan diberikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku termasuk denda.

Untuk kendaraan lokal antar kabupaten atau kota di Provinsi Lampung, katanya, tidak dilakukan pelarangan.
Akan tetapi, SOP pengetatan mulai pemeriksaan kesehatan penumpang, SOP jarak fisik, hingga penyemprotan desinfektan, dan pendeteksi perpindahan tetap berjalan, dan diganti kembali.

“Untuk lokal tidak ada, hanya memeriksa di pos-pos saja, dan SOP yang sudah ada menguatkan lagi,” ujarnya.

Kombes Pol Chiko Ardwiatto menghimbau warga tak memaksakan diri untuk mudik dan tetap patuh pada anjuran pemerintah sebagai upaya pemutus mata rantai Covid-19.

Dia berharap masyarakat memahami bahwa saat ini Polda Lampung akan mengawasi sejumlah kendaraan yang akan masuk atau melintas melalui Provinsi Lampung.

Dijelaskannya juga ketujuh pos sebagai penjabaran Peraturan Menteri No.25/2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dirlantas Polda Lampung siap menjalankan SOP pelarangan mudik usai Presiden Joko widodo menetapkan pengumuman tersebut beberapa waktu lalu.

"Terlebih saat ini sudah ada poin-poin yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19," ujarnya.

Dalam hal ini, pelarangan sementara kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor untuk mudik tidak akan dibawa dengan menggunakan jalan nasional atau jalan tol.

Sementara peraturan larangan kendaraan dikecualikan untuk pengangkutan logistik, obat, petugas, pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.

Larangan sementara itu diberlakukan untuk kendaraan umum, kendaraan pribadi, dan sepeda motor dengan tujuan pindah dan keluar dari wilayah dengan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), zona merah, seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Polda Lampung pun sudah merapatkan rencana pelarangan tersebut, ke jajaran lembaga. 

Tujuh Pos Penyekatan
1. Pos Bakau penyekatan dari / ke Pulau Jawa, di Lampung Selatan.
2. Pos Pelabuhan Panjang, dari dan ke Jakarta / Semarang di Pelabuhan Panjang, Bandarlampung.
3. Pos Pelabuhan Bandar Bakau Baru dari / ke Jakarta, di Lampung Selatan.
4. Pos Krui dari / ke Provinsi Bengkulu, di Pesisir Barat.
5. Pos Sukau dari / ke Oku Selatan Sumatera Selatan, di Lampung Barat.
6. Pos Way Tuba dari / ke Oku Timur Sumatera Selatan, di Way Kanan.
7. Pos Simpang Pematang dari / ke Sumatera Selatan, di Mesuji.
(rmol/inilampung)

LIPSUS