Pelisanan Puisi untuk Raih Audiens Lebih Luas
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pelisanan Puisi untuk Raih Audiens Lebih Luas

INILAMPUNG
Selasa, 14 April 2020

INILAMPUNG.COM - Pentingnya pelisanan kembali puisi untuk meraih audiens yang lebih luas. Misalnya, dengan membacakan puisi ataupun dengan cara menyanyikan. 

Itulah benang merah pertemuan sejumlah penyair yang dipandu Putu Fajar Arcana melalui zoom, Selasa (14/04) pukul 15.00 hingga selesai.

Dialog para sastrawan itu ialah Reda Gaudiamo yang menyanyikan karya-karya puisi Sapardi Djoko Damono, Ahda Imran, Hasan Aspahani, Tan Lioe Ie.

Kemudian Warih Wisatsana, Isbedy Stiawan ZS, Ratna Ayu Budhiharti, Mahwi Air Tawar, Kunni Masrohati, Mezra E. Pelondow, dan Sahadewa Kupang.

Putu Fajar Arcana menegaskan, pelisanan itu bisa berarti dibacakan bisa jugag dinyanyikan.  

Sapardi jadi lebih populer sebagai penyair karena karya-karyanya dinyanyikan oleh Reda Gaudiamo dkk.

Dalam diskusi sekaligus pembacaan puisi dan menyanyikan puisi itu diakui Fajar Arcana sebagai bentuk mengisi waktu selama di rumah saja.

Wartawan dan redaktur Harian Kompas itu menambahkan, bahwa pelisanan puisi dibutuhkan juga untuk lebih mendekatkam puisi kepada penyimaknya. 

"Saat melisankan ada irama, mimik, ekspresi, dan gesture yang bisa melampaui kekuatan bahasa. Mereka yang tidak paham bahasa puisinya pun
bisa menangkap spirit di dalamnya," katanya.

Sementara Tan Lioe menyebut tradisi pelisanan sudah dikenal masyarakat sejak lama. Ia menyebut bagaimana kitab suci seperti Alquran dibaca denga  irama, lalu macapat, dan lainnya.

Di tradisi Melayu, dikenal dengan sastra lisan. Seperti mantra, pantun, atau dadi di Lampung. Semua tradisi pelisanan itu untuk mendekatkan karya pada penyimaknya.(zal/inilampung)

LIPSUS