Sudah 7.606 Orang Pemudik Tiba di Pringsewu, 139 dari Luar Negeri
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Sudah 7.606 Orang Pemudik Tiba di Pringsewu, 139 dari Luar Negeri

INILAMPUNG
Selasa, 28 April 2020

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi saat menemui santri yang mudik dari pesantren di Jawa. Foto. Tyo/inilampung.com

INILAMPUNG.COM - Jumlah perantau yang pulang kampung ke Kabupaten Pringsewu setiap hari meningkat. Hingga 27 April 2020 tercatat 7.606 pemudik tersebar di sembilan kecamatan.

Dari jumlah pemudik itu, yang datang dari luar negeri sebanyak 141 dan dari dalam negeri 7.465 orang. Padahal dua hari sebelumnya, Sabtu (25-4-2020) tercatat 7.071 orang: dari luar negeri 139 dan dalam negeri 6.932 orang.

Berdasarkan rilis dari Wakil Bupati Pringsewu, Selasa (28-4-2020), disebutkan dari 7.606 warga itu tersebar di sembilan kecamatan, seperti Kecamatan Pringsewu tercatat 669 orang teridiri dari luar negeri 11 dan dalam negeri 658 orang.

Kecamatan Adiluwih 886 orang (19 dari luar negeri dan 867 dalam negeri), Pardasuka 1.192 orang (45 dari luar negeri dan 1.147 dari dalam negeri), Pagelaran ada 1.170 (15 dari luar negeri dan 1.155 dari dalam negeri).

Data pemudik di Kabupaten Pringsewu hingga 27 April 2020. Foto. Ist.

Kecamatan Pagelaran Utara ada 545 (dari dalam negeri semua), Banyumas 511 (dari luar negeri 11 dan dalam negeri 500), Ambarawa ada 1.122 (dari luar negeri 18 dan dalam negeri 1.104).

"Kecamatan Sukoharjo 949 (luar negeri 16 dan dalam negeri 933) dan Kecamatan Gadingrejo 562 (dari luar negeri 7 dan dari dalam negeri 556)," jelasnya.

Fauzi mengimbau para warga yang baru pulang kampung atau pendatang agar melaporkan diri ke pamong setempat guna dilakukan pendataan. "Mereka juga wajib melakukan pengecekan kesehatan, apalagi datang dari daerah pandemik Covid-19," tegasnya.

Warga yang baru datang dari daerah lain agar mengikuti anjuran pemerintah yakni mengisolasi mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.

"Jangan keluyuran kemana-mana dulu hingga masa karantina mandiri selesai. Hal ini guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pinta Fauzi. (tyo/inilampung.com) 

LIPSUS