Agenda Politik Golkar Ditunda Untuk Penanganan Virus Corona
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Agenda Politik Golkar Ditunda Untuk Penanganan Virus Corona

INILAMPUNG
Jumat, 08 Mei 2020



Ismet Roni [Tengah] (Dok Golkar/inilampung.com)

INILAMPUNG.COM - Sejumlah agenda politik Partai Golkar terhambat gara-gara pendemi global Covid-19.

Diantara yang tertunda soal pembahasan desk Pilkada 8 kabupaten dan rencana pelantikan pengurus baru DPD Partai Golkar Provinisi Lampung Periode 2019-2024.

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 semestinya dibahas dan terbit rekomendasi bakal calon pada bulan April - Mei 2020. Namun, semuanya tertunda, dan dikesampingkan karena sebagian besar kader Golkar di Lampung masih sibuk dengan jadwal penanganan virus Corona atau Covid 19. Mereka (pengurus dan kader disemua tingkatan) turun ke desa-desa membantu warga yang terdapat virus Corona sebagai relawan "Golkar Peduli Covid19".

Sekertaris DPD Partai Golkar Lampung H. Ismet Roni membenarkan hal itu. “Sebab kami di Golkar masih fokus dalam penanggulangan pandemik corona atau covid-19,” kata Sekertaris DPD Partai Golkar Ismet Roni, Jumat 8 Mei 2020.



 Pilkada Serentak 2020
Di Lampung ada 6 kabupaten dan 2 kotamadya bakal ikut Pilkada.  Sejumlah kader Golkar pun sudah pasang ancang-ancang maju,  siap menjadi penantang incumbent maupun calon dari partai lain.

Di Bandar Lampung muncul nama Rycko Menoza, anak Dubes Croasia Sjachroeddin ZP. Rycko kini pegang jabatan stategis, wakil ketua DPD Golkar Provinsi Lampung. Dia mantan Bupati Lampung Selatan, sekaligus ketua Pemuda Pancasila, yang bakal membawa trah politik keluarga Zainal Abidin Pagar Alam.

Pilkada Lampung Selatan ada Tony Eka Chanda. Pria berjambang itu sudah setahun belakangan fokus menyusun strategi untuk menumbangkan Nanang Ermanto, bupati petahana yang dedengkot PDIP.


Tony Eka Chandra keliling membagi ribuan masker APD, dan memberikan penerangan bahaya Virus Corona di sejumlah kecamatan Lampung Selatan (dok.TEC/inilampung.com)
Nama Tony Eka Chandra terus berkibar lantaran rajin bakti sosial. Dia mengusai jaringan media social. Di era penanggulangan Covid 19, Tim Toni Eka Chandra yang dinamai TEC bergerak membagikan ribuan alat pelindung diri (APD). Kabarnya, surat tugas mengikuti Pilkada dari Ketua umum DPP Partai Airlangga Hertarto sudah dikantong Tony.

Diluar Tony, Golkar Lamsel ada Hipni. Namanya masih asing, tapi cukup ambisi untuk menjadi penantang petahan. Dia politisi berlatarbelakang pengusaha hasil bumi.

Lalu, Lampung Tengah ada Musa Achmad, yakni ketua DPD Golkar  yang kini anggota DPRD Lampung. Dia mantan wakil bupati, dan 2 kali anggota DPRD, sebuah modal politik yang tak bisa dianggap enteng untuk menumbangkan petahana, Loekman Djoyosoemarto.

Musa Ahmad dan Ardito Wijaya (net))

Musa Ahmad putra daerah Lampung Tengah dan punya basis tokoh lokal lintas budaya. Apalagi, Musa sejak awal mendeklarasikan bakal menggandeng Ardito Wijaya, putra walikota Metro Pairin --sebagai calon wakil bupatinya.

Dari Lampung Timur,  kabar paling santer adalah Azwar Hadi. Dia dipasangkan Dawam Raharjo dari PKB. Saat ini, Azwar Hadi juga pegang kunci, ketua DPD Partai Golkar dan punya basis cukup lumayan karena sudah 5 kali menjadi wakil rakyat di sana.

Azwar Hadi memang belum nampak pergerakanya. Namun, saat ditanya adakah kemungkinan akan maju bersama? Ketua DPD II Golkar Lampung Timur itu mengaku semua bisa terjadi.

“Kemungkinan bisa saja ya. Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini. Apalagi ini politik kan,” ucap Azwar dalam sebuah wawancara dengan wartawan DPRD Lampung, 7 Mei 2020.

“Kalau kata partai maju pilkada, saya maju. Kalau tidak ya sudah, tidak masalah. Begitu pun kalau partai memerintahkan saya berpasangan dengan pak Dawam, saya pun siap,” tegas Azwar Hadi diplomatis. (IL-2/inilampung.com)

LIPSUS