Jasa Pengelolaan Lumpur Tinja Bisa Jadi Sumber PAD
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Jasa Pengelolaan Lumpur Tinja Bisa Jadi Sumber PAD

INILAMPUNG
Rabu, 06 Mei 2020

Bupati Pringsewu Sujadi tampil sebagai penanggap di seminar melalui video conference terkait masalah sanitasi. Foto. tyo/inilampung.com.

INLAMPUNG.COM - Masyarakat Kabupaten Pringsewu dinilai memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pentingnya penampungan tinja. Buktinya, 91 persen warga memilih jenis toilet leher angsa untuk keamanan buang air besar (BAB).

Hal itu diungkapkan Ketua Tim Riset Rapid Technical Assessment Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Doktor Subari dalam seminar melalui video conference yang menyoroti masalah sanitasi di Bumi Jejama Secancanan.

Selain itu, kata Subari, masyarakat Pringsewu juga bersedia meningkatkan kualitas penampungan tinja. Persoalannya, hanya 70 persen rumah warga yang dapat diakses armada truk tinja.

Namun kapasitas Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) hanya dengan satu truk tinja. "Sangat diperlukan tambahan armada dan memaksimalkan kemitraan dengan pihak swasta," ungkapnya.

Pada seminar yang berlangsung pada Selasa (5-5-2020),  Bupati Pringsewu Sujadi tampil sebagai penanggap. Bersama Kepala Bappeda A.Fadholi, Kadis Kominfo Samsir Kasim, Plt Kadis Kesehatan Relawan dan Sekdis PUPR Imam Santiko serta Kabag Prokopim Moudy Ary Nazolla.

Menurut Sujadi, hasil riset itu memacu semangat untuk menyelesaikan penataan IPLT agar lebih baik. IPLT yang ada di Pekon Bumiarum dijadikan penampungan lumpur tinja. Bahkan, kabupaten tetangga seperti Tanggamus, Pesawaran dan Lampung Tengah juga menggunakan IPLT tersebut. "Hal ini bisa menjadi peluang menghasilkan PAD (pendapatan asli daerah) dari penyedia jasa IPLT," harap Bupati Sujadi.

Direktur Eksekutif YKWS Febrilia Ekawati menyampaikan bahwa status ODF bukanlah akhir dari pembangunan di sektor sanitasi, akan tetapi perlu ada upaya berkelanjutan untuk menuju pengelolaan sanitasi aman.

Menurutnya dalam upaya menuju pengelolaan sanitasi aman di Pringsewu, YKWS bersama SNV terus melakukan advokasi dalam mendorong terbitnya regulasi berikut implementasinya.

"Kita juga mendorong sinergitas dan kolaborasi sejumlah pihak agar terus terbangun dalam menuju pengelolaan sanitasi aman, sehingga Kabupaten Pringsewu juga dapat mencapai target pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 6.2," terang Febrilia.

Pada agenda itu juga ada pembicara lain yakni Direktur PPLP Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR Prasetyo dengan moderator Bambang Pujiatmoko. (tyo/inlampung.com).

LIPSUS