Tiga anggota DPRD Blusukan ke Pasar, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Tiga anggota DPRD Blusukan ke Pasar, Pastikan Ketersediaan Bahan Pokok

INILAMPUNG
Rabu, 06 Mei 2020



Noverisman Subing, Ismet Roni, dan Johan Survey Pasar Ramaya (inilampung.com)

INILAMPUNGCOM - Kegemaran mengkonsumi ikan segar dan sayur dimanfaatkan tiga politisi DPRD Lampung survey pasar. Mereka pun melakukan blusukan ke sejumlah pasar di Bandar Lampung.

"Hari ini, kita cek pasar lagi," kata  kata Ismet Roni, saat di Pasar Ikan Ramayana, Jl. Raden Intan, Bandar Lampung, Rabu (6/5/2020).

Blusukan kali ini bertujuan melihat langsung ketersediaan pangan dan kebutuhan pokok menjelang Lebaran Idul Firtri 2020, sembari melihat seberapa besar kesadaran warga dalam penggunakan masker sesuai anjuran protokol kesehatan.

Dalam survey pasar tradisional itu, Ismet Roni tak sendirian. Dia ditemani dua politisi senior di DPRD Lampung, yakni Johan Sulaiman (anggota fraksi PKS), dan Noverisman Subing (PKB).


Ismet Roni Belanja Ikan Jelabat di Pasar Ikan Jl Raden Intan (baim/inilampung.com)

Saat aksi "blusukan" di Pasar Ikan Pasar Ramayana, para anngota DPRD itu menanyakan apakah terjadi kendala soal distribusi kebutuhan pokok. Terutama akibat dampak wabah virus pandemi Corona saat ini.

Bahkan, dibeberapa tempat Ismet Roni membeli beberpa kilo ikan jelamat, yang selama ini kian langka di Lampung.

"Dari hasil pemantauan untuk harga masih terbilang normal. Cuma memang ada salah satu komponen yaitu telur yang mengalami kenaikan," kata Johan Sulaiman, kepada inilampung.com

Johan  menyatakan ia merasa perlu mendengar keluhan pegadang dan warga, terutama pasokan bahan pokok sehari-hari, yang pada pekan depan diperkirakan mengalami lonjakan.

Stabilitas harga, akan berdampak pada keresahan dan ketidakstabilan kamtibmas di tengah-tengah masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa bahan pokok harus cukup, dan daya beli tetap terjangkau." Imbuh Noverisman Subing.

Selain pasar Ramayana, mereka singgah di Pasar Koga, Pasar Tugu, dan sejumlah pasar tradisional. Mereka menyamar menjadi pembeli, dan menanya darimana ditribusi kebutuhan pokok di pasar tersebut. (Jim/inilampung.com/*)

LIPSUS