Waspada, Ini Tanda-tanda Puting Beliung yang Perlu Dipelajari
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Waspada, Ini Tanda-tanda Puting Beliung yang Perlu Dipelajari

INILAMPUNG
Kamis, 21 Mei 2020


Detik-detik angin puting beliung di Tulangbawang, Lampung, munculnya awan cumolonimbus. (Ist)

INILAMPUNG.COM, Bandarlampung - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengingatkan kepada masyarakat sepanjang Mei ini potensi bencana angin puting beliung bisa saja kembali menerjang beberapa daerah di Bumi Ruwai Jurai. Masyaratkat pun diminta untuk lebih waspada dan mawas diri jika melihat gejala akan terjadinya bencana tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Hariyanto menjelaskan ada beberapa ciri-ciri terjadinya bencana alam angin puting beliung. Apabila melihat adanya gejala angin puting beliung tersebut, masyarakat diminta untuk mengamankan diri dan menjauh dari lokasi tersebut.

"Khusus terjadinya bencana angin puting beliung biasanya memiliki ciri-ciri, yakni tumbuh atau timbul karena ada awan-awan cumolonimbus atau awan hitam pekat yang terlihat sangat pendek sekali dan bisa dilihat kasat mata," katanya seperti dikutip dari Lampost.co, Rabu, 20 Mei 2020.

Kemudian angin puting beliung tersebut terjadi di dataran tanah lapang atau bertopologi datar. Selanjutnya sebelum terjadinya angin puting beliung biasanya ada rasa gerah yang dirasakan badan.

"Setelah terasa adanya semilir angin yang bergerak terus tapi rasanya gerah. Nah itu yang perlu diwaspadai masyarakat," katanya.

Oleh sebab itu, masyarakat yang berada di sekitar wilayah potensi angin puting beliung di Lampung sebaiknya lebih berhati-hati dan siap siaga. Ketika terjadi angin puting beliung masyarakat harus segera berlindung di tempat yang aman, seperti di bawah pohon yang besar dan kokoh atau bangunan yang konstruksi struktur rangkanya kuat.

"Namun yang paling aman ialah menghindari bencana itu apabila sudah terlihat ciri-ciri adanya bencana angin puting beliung. Apalagi durasi waktu puting beliung ini cepat sekali terjadi yakni 1-5 menit dan luasannya tak sampai 1 km," katanya.

BMKG Lampung juga telah melakukan perkiraan cuaca peringatan dini. Pada Rabu, 20 Mei 2020, pihaknya menyampaikan informasi waspada potensi hujan lebat dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang dan sore hari di Tanggamus, Lampung Barat, Pesisir Barat, Lampung Selatan, dan Lampung Timur. Kemudian Lampung Tengah, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Metro.

Pada Kamis sore, 21 Mei 2020, pihaknya menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di wilayah Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, Lampung Tengah, Lampung Selatan.(lamp/inilampung)

LIPSUS