Baca Puisi dan Bincang Virtual Masyarakat Puisi Sumsel
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Baca Puisi dan Bincang Virtual Masyarakat Puisi Sumsel

bdy
Jumat, 05 Juni 2020


INILAMPUNG - Koalisi Mayarakat Puisi Sumatera Selatan menggekar Baca Puisi dan Bincang Virtual, Minggu (7/6) pukul 19.30 hingga selesai.

Acara ini sekaitan menghadapi pandemi Covid 19 dan menjelang new normal yang akan diberlakukan.

Penggagas sekaligus pemandu acara ini, sastrawan Sumsel Anwar Putra Bayu menegaskan, seniman tak pernah kehabisan ide. Tak bisa tampil di panggung terbuka maka mengeskpresikan karyanya melalu virtual.

Acara dengan aplikasi zoom ini, bukan saja menghadirkan sastrawan dan budayawan Indonesia. Tetapi dari Dili, Brunei, Singapura, dan negara lainnya.

Kegiatan ini diharap dapat membuka ruang pembacaan puisi virtual dan berbincang-bincang tentang COVID-19 dan aktivitas sosial new normal.

Baca puisi virtual dan perbincangan new normal terkait pandemi COVID-19 berlangaung melalui program Zoom dengan ID 885 1243 4763, password 123123.

Bayu mengatakan, selain membicarakan covid-19 dan pelaksanaan new normal, program acara digelar untuk pengembangan apresiasi sastra.

“Saya berharap agar acara ini dapat dikuti pelaku dan penggiat sastra internasional. Ini aktivitas pertama sejak dibentuknya Koalisi Masyarakat Puisi Sumsel,” ujar Anwar Putra Bayu.

Menurut dia, dialog virtual terkait pemberlakuan new normal, merupakan bentuk harapan masyarakat setelah dalam beberapa bulan terakhir, masyarakat hidup dalam keprihatinan akibat pandemi virus corona.

Dari format acara, kata Bayu, pembacaan puisi virtual dan bincang-bincang terkait new normal, diikuti para praktisi dan akademisi sastra internasional.

Mereka yang terlibat dalam kegiatan itu, antara lain, para akademisi Prof Dr Nurhayati MPd, Prof Dr Wardarita MPd, Thia Yufada, ZA Narasinga, Dr Latifah Ratnawati MHum, Dr Paosan Jehwae (Thailand), Liswantina (Polandia), Indah Rizky Ariami.

Selain itu, acara juga menampilkan Prof Victor Pogadaev (Rusia), Isbedy Stiawan ZS, Abe Bareto Siares (Timor Leste), Hartinah Ahmad (Singapura), Rita Jassin.

Pebacaan puisi virtual itu diperkuat pula oleh Dr Yoseph Yapi Taum MHum, Jakses M Amin, Ihsan Ali (Singapura), Dr Jefri Arif (Brunei Darussalam), Dr Tarech Rasyid, Pipi, Mohd Jamil Yunos (Sungapura).

Menanggapi kegiataan literasi virtual itu, Dr dr Zulkhair Ali Sp PD KGH, mengatakan pelaksanaan new normal seusai pandemi COVID-19 ini, akan dibahas sosialisasi kehidupan masyarakat sesuai protokol kesehatan.

“New Normal merupakan era baru setelah masyarakat kita terkungkung oleh kekhawatiran dan ketakutan akibat mewabahnya virus corona,” ujar Zulkhair Ali.

Dengan membiasakan hidup tertib, dengan membasuh tangan, menggunakan masker serta menjaga jarak dalam bersosialisasi di masyarakat, mudah-mudahan keadaan kita bisa kembali normal. Sedangkan pemutusan penyebaran virus corona ini dapat kita wujudkan,” katanya. (zal/bdy/inilampung)


LIPSUS