Dana Desa Dialokasikan untuk Bantuan Buku Anak Sekolah
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Dana Desa Dialokasikan untuk Bantuan Buku Anak Sekolah

INILAMPUNG
Rabu, 10 Juni 2020

Peratin Pekon Kampungjawa Arif Mufti menyerahkan bantuan buku besumber dari dana desa kepada pejalar SD, SMP, dan SMA. Foto. Ina.
INILAMPUNG, Krui--Pemerintah Pekon/Desa Kampungjawa, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat, memberikan bantuan buku tulis kepada pelajar sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Peratin (kepala) Pekon Kampungjawa Arif Mufti mengatakan anggaran pengadaan bantuan buku tulis itu yang bersumber dari dana desa (ADD) tahun 2020.

"Kami ingin memberikan semangat kepada para siswa SD, SMP, dan SMA dengan memberikan bantuan buku tulis. Ini merupakan perhatian atau inovasi pekon terhadap anak sekolah," ujarnya.

Buku yang diberikan kepada siswa itu, sebanyak 15 buku per siswa SD, sedang pelajar SMP dan SMA masing-masing 24 buku per anak.

"Hari ini, sebanyak 435 siswa yang terdiri dari 245 siswa SD, 121 siswa SMP dan 71 siswa SMA sebanyak 71, menerima bantuan buku," ujar Arif saat secara simbolis menyerahkan bantuan buku tulis di Balai Pekon Kampungjawa, pada Rabu (10/6/2020).

Pemberian bantuan buku tulis merupakan upaya meningkatkan mutu pendidikan. "Kita berharap pemberian buku tulis dapat membantu meringankan beban orangtua siswa, serta mudah-mudahan dapat meningkatkan prestasi siswa," ujarnya.

Bantuan diberikan kepada seluruh siswa tingkat SD, SMP dan SMA di Kabupaten Pesisir Barat yang berdomisili serta memiliki kartu keluarga (KK) Pekon Kampungjawa.

Dia berharap kepada seluruh siswa di Kampungjawa lebih giat belajar baik disekolah dan di rumah. Program buku tulis untuk siswa sekolah diharapkan dapat dilaksanakan setiap tahun. "Pendidikan sangat penting karena itu harus didukung penuh oleh pemerintah," katanya.

Pembangunan sudah seharusnya tidak hanya dalam bentuk fisik. Tetapi, sumber daya manusia yang berkualitas juga harus dipersiapkan guna meraih kemajuan ke depan. "Anak-anak yang kini duduk di bangku sekolah adalah para penerus yang menentukan masa depan pembangunan," katanya. (ina/inilampung.com).

LIPSUS