Pandemi Covid-19, Studi Tour Siswa SMPN 2 Krui Belum Pasti
Cari Berita

Breaking News

banner atas

Pandemi Covid-19, Studi Tour Siswa SMPN 2 Krui Belum Pasti

INILAMPUNG
Jumat, 12 Juni 2020

SMPN 2 Krui, Kabupaten Pesisir Barat. Foto. Eva.
INILAMPUNG, Krui--Rencana studi tour siswa IX SMPN 2 Krui, Kabupaten Pesisir Barat, hingga kini belum pasti terlaksana akibat pandemi Corona Virus disiace atau Covid-19.

Kepala SMPN 2 Krui, Eliyoni mengatakan semula studi tour ke Bandung dan Yogyakarta akan dilaksanakan pada tanggal 23-28 Maret 2020.

Namun, kegiatan itu ditunda akibat pandemi Covid-19 dan sejak tanggal 20 Maret 2020 pemerintah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Studi tour yang akan diikuti Diikuti 181 dari 270 siswa Kelas IX itu, dikerjasamakan dengan Hinjisia Travelindo Lampung. Biayanya, Rp1,950 juta per siswa.

"Study tour tersebut sepenuhnya sudah melalui pihak ketiga yakni Hinjisia Travelindo Lampung," ujar Eliyoni. Kegiatan ini tertunda karena dua hari sebelum berangkat pemerintah menetapkan PSBB akibat pandemi Covid-19.

"Semua sudah dipersiapkan bahkan dari penjelasan pihak travel semua kebutuhan termasuk makanan dalam perjalanan sudah dibeli. Namun karena ada virus Corona yang saat itu mulai mewabah di Indonesia yang mengakibatkan pemerintah melarang segala bentuk perjalanan termasuk study tour," jelasnya.

Menurut Eliyoni, rencana studi tour itu sebenarnya dijadwalkan ulang untuk berangkat pada Juni 2020. Dengan caatan, jika keadaan sudah memungkinkan untuk melakukan perjalanaan pariwisata. Namun hingga saat ini belum bisa dilaksanakan.

"Berdasarkan hasil koordinasi panitia study tour dengan pihak travel, keputusan akhir pada Juli mendatang. Jadi atau tidak pemberangkatan, wali murid akan dikumpulkan," katanya.

Menurut dia, pihak travel siap mengembalikan seluruh anggaran yang dierima jika kegiatan tersebut tidak bisa terlaksana. Dengan catatan, bisa dipastikan dana tidak akan dikembalikan utuh 100 persen.

Penyebabnya, selain kaos yang sudah diserahkan ke siswa, juga sebagian anggaran sudah terpakai untuk pembelian makanan di perjalanan siswa, pengurusan administrasi asuransi perjalanan dan kebutuhan lainnya. "Jelas anggaran tidak bisa dikembalikan ke siswa utuh Rp1,950 juta," tutur Eliyoni.

Kendati demikian, pihaknya tetap berharap agar kegiatan rutin tahunan SMPN 2 Krui yang sudah terprogram itu tetap bisa terlaksana sebagaimana seperti tahun sebelumnya.

"Kami berharap kepada seluruh siswa dan wali murid agar bisa bersabar. Kegiatan ini memang sudah terprogram dan seperti tahun tahun sebelumnya dan dengan pihak travel yang sama, tidak masalah," katanya. (Eva/inilampung.com).

LIPSUS